/
Senin, 13 Maret 2023 | 16:37 WIB
Ilustrasi diffuse axonal injury ((Pete Linforth/Pixabay))

SuaraCianjur.Id- Diffuse Axonal Injury (DAI) adalah salah satu jenis cedera otak traumatis yang paling serius dan mematikan. Cedera ini terjadi ketika otak terguncang keras dan cepat, seperti saat terjadi kecelakaan mobil atau benturan yang kuat pada kepala.

Saat terjadi guncangan, serat-serat saraf yang menghubungkan sel-sel otak dapat terputus atau rusak, menyebabkan kerusakan yang parah pada otak.

Cedera DAI adalah penyebab utama kematian dan kecacatan permanen pada pasien dengan cedera kepala.

Cedera ini dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang berpartisipasi dalam olahraga atau kegiatan yang berisiko tinggi.

Gejala DAI dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cederanya, namun biasanya termasuk sakit kepala, mual, muntah, kebingungan, kelemahan atau mati rasa pada tubuh, kesulitan bicara, dan koma.

Pada beberapa kasus, gejala mungkin tidak muncul secara langsung setelah terjadinya cedera, dan baru terlihat setelah beberapa hari atau bahkan minggu setelahnya.

Proses diagnosis DAI melibatkan serangkaian tes, seperti CT scan atau MRI, untuk memastikan adanya kerusakan pada otak.

Terapi untuk DAI tergantung pada tingkat keparahan cedera, namun dapat mencakup obat penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan, serta terapi fisik dan terapi bicara untuk membantu memulihkan kemampuan motorik dan bahasa.

Namun, proses pemulihan dari DAI bisa memakan waktu yang sangat lama dan seringkali tidak dapat mengembalikan otak sepenuhnya seperti kondisi sebelumnya. (*)

Baca Juga: 4 Pengakuan APA Si Mantan Kekasih yang Dituding Jadi Pembisik Mario Dandy

(*/Haekal)

Sumber: Instagram Dunia Kesehatan Co.Id

Load More