SuaraCianjur.Id- Jika Anda melakukannya dalam jangka panjang, maka efek kurang tidur akan terasa nyata.
Beberapa penelitian telah menghubungkan kurang tidur dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelebihan berat badan hingga penurunan sistem kekebalan tubuh.
Jika sering begadang untuk menyelesaikan tugas kantor atau bermain gadget, efek kurang tidur akan langsung terasa keesokan harinya.
Melewatkan waktu tidur malam yang disarankan selama 7-9 jam, dapat menyebabkan kelelahan, sulit mengontrol emosi, pusing, dan kurang sehat.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, beberapa efek kurang tidur yang bisa terjadi dalam jangka panjang adalah:
1. Sulit berkonsentrasi
Efek kurang tidur pertama adalah sulit berkonsentrasi. Tidur memiliki peran penting dalam proses belajar dan berpikir. Jika seseorang tidak memiliki waktu tidur yang cukup dan teratur, kemampuan kognitifnya akan menurun. Hal ini akan berdampak pada tingkat kewaspadaan, perhatian, penalaran, dan kemampuan memecahkan masalah.
2. Mudah marah
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Efek samping dari kurang tidur yang sudah banyak diteliti adalah rasa terganggu, mudah marah, dan mengeluh.
Baca Juga: 5 Inspirasi Warna Cat Kamar Aesthetic ala Drama Korea, Jangan Terlalu Ngejreng
Dampak kurang tidur dalam jangka panjang juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seperti depresi atau kegelisahan, dimana riset menemukan bahwa kondisi ini melebihi depresi 69% dari waktu ke waktu dan kecemasan 27% dari waktu ke waktu.
3. Mudah lupa
Selain sulit berkonsentrasi dan mudah marah, efek lain yang timbul akibat kurang tidur adalah mudah lupa. Riset membuktikan bahwa kurang tidur bisa mengakibatkan penuaan atau pelupa.
Kurang tidur juga dapat mengganggu kemampuan otak untuk memproses dan menyimpan ingatan atau pengalaman sepanjang hari. Seseorang juga bisa menjadi sulit mencerna dan memproses informasi selama beberapa hari ke depan.
4. Berat badan naik
Dampak kurang tidur berikutnya adalah peningkatan berat badan. Hal ini berkaitan dengan perubahan durasi tidur dan metabolisme tubuh. Pada orang dewasa, kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan, terutama pada makanan tinggi karbohidrat dan kalori.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran