SuaraCianjur.Id- People pleaser atau penghibur orang lain adalah seseorang yang cenderung mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri.
Mereka seringkali merasa tidak nyaman dengan mengekspresikan pendapat, menolak permintaan orang lain, atau menunjukkan ketidaksetujuan.
Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktu dan energi mereka sendiri.
Meskipun niatnya baik, perilaku ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional orang tersebut. Menurut para ahli, menjadi penghibur orang lain dapat menyebabkan perasaan tidak berharga, kecemasan, dan kelelahan yang berlebihan.
Dikutip dari berbagai sumber, Dr. Susan Newman, seorang psikolog klinis dan penulis buku "The Book of No", mengatakan, "Orang-orang yang cenderung menjadi penghibur orang lain seringkali merasa tidak berharga atau takut tidak dicintai jika mereka tidak memenuhi keinginan orang lain."
Dia juga menambahkan bahwa perilaku ini dapat menyebabkan kelelahan emosional dan fisik yang berlebihan karena mereka terlalu sibuk memenuhi keinginan orang lain.
Dr. Gail Saltz, seorang psikiater dan penulis buku "The Power of Different", juga menekankan bahwa menjadi penghibur orang lain dapat menjadi tanda bahwa seseorang tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mengekspresikan keinginan dan pendapat mereka sendiri.
"Jika seseorang merasa tidak nyaman untuk mengatakan tidak atau menunjukkan ketidaksetujuan, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa tidak berdaya atau tidak berkuasa," kata Saltz.
Namun, menjadi penghibur orang lain bukan berarti harus sepenuhnya dihindari. Sebagai manusia sosial, kita seringkali harus mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan orang lain.
Baca Juga: Siapa Daniel Soekarno, Pria Tampan yang Viral di TikTok? Ini 4 Fakta Menariknya!
Namun, penting untuk menemukan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan orang lain dan menjaga kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri.
Dalam kata-kata Dr. Newman, "Penting untuk membangun batasan yang sehat dan menghormati kebutuhan dan keinginan Anda sendiri, sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan orang lain."
Jadi, menjadi penghibur orang lain bisa jadi perilaku yang baik, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa batas, bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan dan mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri juga. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Berbagai sumber, termasuk Instagram Alma Ahyaita P. T
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026, Cermin Pentingnya Wealth Management
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Diapresiasi Internasional, BRI Raih Best Private Bank di Indonesia
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
-
3 Zodiak yang Kehidupannya akan Berubah Lebih Baik Setelah 9 Juni 2026
-
Argentina Bidik Back-to-Back Piala Dunia 2026: Antara Warisan Lionel Messi dan Ujian Realitas
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
6 Shio Paling Beruntung dan akan Dapat Rezeki Nomplok Pada 10 Juni 2026