SuaraCianjur.Id- Hati ayam memang menjadi salah satu bagian ayam yang banyak diminati oleh orang karena rasa dan kandungan nutrisinya.
Namun, ada banyak risiko kesehatan yang terkait dengan mengkonsumsi hati ayam, seperti kolesterol tinggi, residu hormon dan antibiotik, logam berat, purin yang tinggi, dan risiko terkontaminasi bakteri.
Oleh karena itu, hati ayam seharusnya tidak dikonsumsi dan justru menjadi bagian yang lebih baik jika tidak dimakan sama sekali.
Pertama, hati ayam mengandung kolesterol yang tinggi dan berisiko meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jumlah kolesterol dalam hati ayam bisa mencapai 564 mg per 100 gram, jauh melebihi batas asupan kolesterol harian yang dianjurkan.
Dengan menghindari konsumsi hati ayam, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.
Kedua, ayam yang dipelihara secara konvensional seringkali diberi hormon pertumbuhan dan antibiotik.
Hal ini dapat menyebabkan residu hormon dan antibiotik yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Menghindari konsumsi hati ayam adalah cara yang tepat untuk mengurangi risiko terpapar residu hormon dan antibiotik tersebut.
Ketiga, hati ayam berpotensi mengandung logam berat seperti timbal dan merkuri. Logam berat dapat menyebabkan kerusakan organ dan keracunan jika terakumulasi di dalam tubuh.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pabrik Rongsokan dan Rumah-rumah Petak Warga Surabaya
Keempat, hati ayam mengandung purin yang tinggi. Purin adalah senyawa kimia yang dapat menyebabkan asam urat dan batu ginjal jika terakumulasi di dalam tubuh.
Kelima, hati ayam juga berisiko terkontaminasi bakteri seperti salmonella dan E. coli. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dan sakit perut. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Dunia Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
John Wick Chapter 3 - Parabellum: Nyawa Keanu Reeves Jadi Buruan, Malam Ini di Trans TV
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Mengapa Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya
-
UU Pensiun Pejabat 1980: Aturan 'Jadul' yang Membebani APBN Masa Kini
-
Promo Lebaran di Indomaret: Diskon hingga 50 Persen, Berlaku sampai 1 April 2026
-
Apakah 3 Butir Nastar Sama dengan Sepiring Nasi? Ini Faktanya
-
Stop Normalisasi Lebaran Flat: Ini Hari Raya, Bukan Hari Senin
-
Caviar Rilis Smartphone Mewah Spirit of UAE: iPhone 17 Pro Berlapis Emas Harga Rp 170 Jutaan
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra