SuaraCianjur.Id- Seorang anak perempuan berinisial AM (12) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan kelompok anak yang lain. Peristiwa miris ini terjadi di wilayah Cilincing Jakarta Utara, Rabu (15/3/2023)
Penganiayaan ini telah viral setelah diposting berulang kali di sosial media, salah satu akun yang mengunggah adalah Instagram @jakut_update.
AKBP Iverson Manossoh, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap enam orang yang sedang berkonflik dengan hukum.
Mirisnya, mereka yang tertangkap semuanya masih di bawah umur. Keenam anak ini berinisial SR, RN, WD, TR, TI, dan DN. Usia mereka masih di 13 hingga 15 tahun.
Mengutip dari Suara.com, "Di antara enam anak ini ada yang putus sekolah, dan ada yang masih sekolah SD," kata Iverson, dalam keterangannya, Rabu (15/3/2023).
Berdasarkan pengakuan dari enam anak ini, mereka memiliki peran yang berbeda di penganiayaan yang terjadi.
"Ada yang memukul, menampar, menendang, hingga mengambil video secara bergantian," ucapnya.
AKBP Iverson Manossoh menjelaskan bahwa pihaknya aka melibatkan pihak terkait yang dalam perkara ini. Baik penanganan anak sebagai korban hingga anak yang berkonflik dengan hukum.
Walau demikian, AKBP Iverson Manossoh belum memberikan secara rinci terkait motif dari anak-anak dibawah umur ini tega melakukan penganiayaan.
Baca Juga: All England 2023: Langkah Apriyani/Fadia Berjalan Mulus pada Babak Pertama
Sebelumnya telah diberitakan, bahwa ada seorang anak di Cilincing yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sekelompok anak.
Dalam video yang viral tersebut, terlihat korban yang menggunakan hijab dipukuli berulang kali. Meskipun ia sudah meminta ampun, tapi ucapan tersebut sama sekali tidak digubris oleh pelaku. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel