SuaraCianjur.Id- Altschmerz adalah perasaan lelah atau bosan yang disebabkan oleh pengalaman yang sama berulang kali.
Ini adalah istilah baru yang mulai populer di kalangan psikolog dan terapis, terutama setelah ditulis dalam artikel Psychology Today pada tahun 2015.
Meskipun bukanlah gangguan kesehatan mental yang diakui secara resmi, namun altschmerz dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Hubungan Altschmerz dengan Kesehatan Mental
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Emotion pada tahun 2018, para peneliti menemukan bahwa altschmerz terkait dengan kejenuhan emosional dan depresi.
"Kami menemukan bahwa orang yang mengalami altschmerz lebih mungkin mengalami kejenuhan emosional, yang kemudian dapat memicu depresi," ungkap Dr. David G. Ludden, seorang psikolog yang menulis tentang penelitian tersebut di Psychology Today.
Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa mengalami altschmerz tidak selalu negatif.
Dalam sebuah buku yang berjudul "The Power of Meaning" karya Emily Esfahani Smith, dikatakan bahwa altschmerz dapat membantu seseorang memperkuat makna hidup mereka.
"Merasa lelah atau bosan dengan pengalaman yang sama berulang kali dapat menjadi pemicu untuk menemukan makna yang lebih dalam dalam hidup kita," tulisnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Cari Lawan Uji Coba, Bidik Peserta Piala Dunia U-20 2023
Mengatasi Altschmerz
Mengatasi altschmerz dapat menjadi tantangan, terutama jika Anda merasa terjebak dalam pengalaman yang sama berulang kali.
Namun, para ahli menyarankan beberapa cara untuk mengatasi altschmerz, seperti mencari hal-hal baru, mengubah rutinitas, atau mencoba terapi.
"Jangan takut mencoba hal-hal baru dan mengeksplorasi minat baru. Melakukan sesuatu yang berbeda dapat membantu Anda melupakan pengalaman yang sama dan memperkuat makna hidup Anda," saran Esfahani Smith.
Para peneliti juga menemukan bahwa altschmerz dapat memicu kondisi mental lainnya, seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional.
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa pengalaman yang terus-menerus dihidupkan kembali, seperti altschmerz, dapat menyebabkan gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) pada orang dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
BPOM Dorong Tren Minum Jamu Generasi Muda, Kafe Ini Sajikan dengan Gaya Kekinian
-
Mikel Arteta vs Guardiola di Final Carabao Cup: Murid Tantang Guru, Kini Arsenal Punya Keunggulan?
-
Siap Hadapi Malut United, Beckham Putra Targetkan Kemenangan
-
Drawing Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia U-17 Tempati Pot 2, Ini Calon Lawan Garuda Asia
-
5 Smartwatch yang Bisa Pantau Siklus Menstruasi, Praktis dan Stylish!
-
Boyfriend on Demand, Romansa Virtual Jisoo dan Seo In Guk Tayang 4 Maret
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
Cristian Chivu Tegaskan Inter Bisa Lebih Kuat Tanpa Belanja Pemain, Akademi Jadi Kunci
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!