SuaraCianjur.Id- Work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan merupakan topik yang semakin populer dalam lingkup bisnis dan manajemen saat ini.
Namun, seringkali kebanyakan dari kita masih merasa kesulitan untuk mencapai keseimbangan tersebut, terutama di era saat ini di mana bekerja dari rumah menjadi norma.
Pentingnya work-life balance tidak hanya terkait dengan kesejahteraan fisik, tetapi juga dengan kesehatan mental.
Sebuah penelitian oleh Greenberg et al. (2015) menunjukkan bahwa "tidak adanya work-life balance dapat meningkatkan risiko stres, kelelahan, dan depresi.
" Selain itu, sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa terlalu banyak bekerja dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan insomnia (Barger et al., 2019; Mäkikangas et al., 2020).
Namun, bagaimana sebenarnya work-life balance dapat memengaruhi kesehatan mental kita?
Menurut penelitian oleh Sparks et al. (2015), work-life balance yang baik dapat meningkatkan kepuasan hidup dan meredakan stres.
Tidak hanya itu, work-life balance yang buruk juga dapat berdampak negatif pada hubungan interpersonal dan keluarga.
Sebuah penelitian oleh Clark et al. (2016) menunjukkan bahwa kelelahan kerja dan kurangnya waktu luang dapat meningkatkan risiko konflik dalam hubungan romantik, sedangkan penelitian oleh Hammer et al. (2011) menunjukkan bahwa work-life conflict dapat memengaruhi kesejahteraan anak-anak dalam keluarga.
Baca Juga: Dulu Jetski, Ria Ricis Kini Ajak Baby Moana Salto
Secara keseluruhan, work-life balance memainkan peran penting dalam kesehatan mental kita.
Oleh karena itu, penting untuk mencari keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan menghargai waktu untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Clark, S. C. (2016). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 69(1), 131-154.
Sparks, K., Faragher, B., & Cooper, C. L. (2001). Wellbeing and occupational health in the 21st century workplace. Journal of occupational and organizational psychology, 74(4), 489-509.
Greenberg, P. E., Fournier, A. A., Sisitsky, T., Pike, C. T., & Kessler, R. C. (2015). The economic burden of adults with major depressive disorder in the United States (2005 and 2010). Journal of clinical psychiatry, 76(2), 155-162.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement