SuaraCianjur.Id- Kesehatan mental anak usia dini menjadi perhatian penting dalam era digital yang serba modern saat ini.
Penggunaan gadget seperti tablet dan smartphone oleh anak-anak dapat memberikan dampak yang cukup besar pada kesehatan mental mereka.
Menurut buku "The Big Disconnect" karya Catherine Steiner-Adair, penggunaan gadget pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan dalam berinteraksi sosial dan membuat mereka lebih sulit untuk membentuk hubungan interpersonal yang sehat.
Selain itu, terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar gadget juga dapat mengganggu pola tidur anak, yang dapat berdampak pada kesehatan mental mereka.
Ahli psikologi anak dan remaja, Jean Twenge, juga mengungkapkan dalam jurnal "Child Development" bahwa anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung lebih tidak bahagia dan lebih depresi dibandingkan dengan anak-anak yang menghabiskan waktu yang lebih sedikit di depan layar gadget.
Untuk mencegah bahaya kesehatan mental anak usia dini karena pengaruh gadget, para ahli merekomendasikan bahwa orang tua harus membatasi waktu anak-anak mereka di depan layar gadget dan memastikan bahwa anak-anak mereka tetap melakukan kegiatan yang sehat dan bermanfaat seperti bermain di luar rumah atau membaca buku.
Selain itu, pendidikan kesehatan mental juga dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang sehat untuk menghadapi tantangan yang dihadapi di dunia digital saat ini.
Dalam era digital yang serba modern seperti sekarang, kita perlu memahami bahaya kesehatan mental anak usia dini karena pengaruh gadget dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mental anak-anak kita.
Melalui pendidikan yang tepat dan dukungan dari orang tua, kita dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental dan mampu beradaptasi di dunia digital yang semakin berkembang. (*)
Baca Juga: Ketua DPD KNPI Cilegon Terpilih Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan
(*/Haekal)
Sumber: Twenge, J. M., Campbell, W. K., & Martin, G. N. (2018). Decreases in psychological well-being among American adolescents after 2012 and links to screen time during the rise of smartphone technology. Child Development
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring