SuaraCianjur.id- Ada resep menu berbuka puasa di bulan Ramadan ala dr.Zaidul Akbar yang nikmat dan tak membuat perut begah.
Menurut dr.Zaidul Akbar seseorang yang berpuasa sangatlah penting, dalam memilih asupan makanan untuk tubuh ketika bedug maghrib tiba nanti.
Maka dari itu, dr. Zaidul Akbar memberikan saran supaya umat muslim berbuka puasa sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Menurut ajaran Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam, dianjurkan kalau umat muslim menyantap buah kurma ketika berbuka puasa. Jumlah kurma yang dianjurkan untuk dikonsumsi yakni satu, tiga, lima, dan bilangan ganjil seterusnya. Jumlah tersebut sesuai dengan sunnah nabi.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan "Siapa yang makan kurma tujuh butir maka akan terhindar dari racun dan sihir".
Melansir dari Youtube Sobat Herbal, dr. Zaidul Akbar memberikan saran untuk mengkonsumsi buah kurma basah, karena buah tersebut mengandung protein yang begitu baik untuk untuk tubuh.
"Saya sarankan untuk ngambil suatu keutamaan coba cari kurma basah, karena itu masih full banget enzimnya," terang dr.Zaidul Akbar.
Namun bila tidak menemukan kurma basah, bisa menggantinya pakai kurma kering yang banyak dijual di pasar.
Ada juga menu makanan rekomendasi dari dr. Zaidul Akbar bila tidak ada buah kurma. Menurutnya bisa diganti juga dengan buah nanas.
Disarankan oleh dr. Zaidul Akbar untuk menambahkan satu sendok madu dan sedikit garam ke buah nanas yang akan disantap. Perlu diketahui kalai buah nanas memiliki kekayaan nutrisi seperti mineral, protein, serat, vitamin B, dan lainnya.
Dengan mengonsumsi makanan tersebut, maka dijamin akan terhindar dari perut begah atau sembelit ketika beres melaksanakan puasa seharian.
Maka kata dr.Zaidul Akbar hindari menu buka puasa yang makanan yang mengandung tepung, susu, minyak goreng, termasuk gula, karena akan membuat perut tidak sehat. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026