SuaraCianjur.Id- Down syndrome, atau yang dikenal juga sebagai sindrom Down, merupakan suatu kondisi genetik yang disebabkan oleh kelainan pada kromosom nomor 21.
Kondisi ini ditandai dengan kecacatan intelektual dan ciri-ciri fisik yang khas, seperti wajah bulat dengan mata sedikit cekung, lidah yang besar, dan leher pendek.
Meskipun kondisi ini tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan dan terapi dapat membantu penderita mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki anak dengan sindrom Down, seperti usia ibu yang lebih tua dari 35 tahun, riwayat keluarga dengan kondisi ini, serta beberapa kondisi kesehatan tertentu pada ibu seperti diabetes dan hipertensi.
Meskipun kecacatan intelektual merupakan ciri khas dari sindrom Down, namun buku "Down Syndrome: An Introduction for Parents and Carers" yang ditulis oleh Cliff Cunningham menyebutkan bahwa "setiap anak dengan sindrom Down adalah individu yang unik dengan potensi dan kemampuan yang berbeda-beda."
Oleh karena itu, terapi dan pengobatan yang tepat dapat membantu penderita mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Pengobatan dan terapi yang dapat membantu penderita sindrom Down antara lain terapi fisik untuk membantu perkembangan motorik dan kekuatan otot, terapi bicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi, serta terapi pendidikan untuk membantu penderita belajar dan mengembangkan keterampilan sosial.
Meskipun penderita sindrom Down membutuhkan perhatian dan perawatan yang khusus, namun dengan dukungan yang tepat dari keluarga dan lingkungan, mereka dapat hidup dengan bahagia dan memenuhi potensi mereka secara optimal. (*)
(*/Haekal)
Baca Juga: Jadwal Interogasi Diketahui Publik, Yoo Ah In Keberatan dan Minta Penundaan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara