SuaraCianjur.id – Sepak bola Indonesia sedang menghadapi ancaman sanksi berat dari FIFA. Hal ini setelah status tuan rumah Piala Dunia U20 dibatalkan oleh FIFA.
Sanksi yang bisa dapatkan berupa sanksi administarsi, atau bahkan sanksi pembekuan. Namun, tak perlu pusing, jika Indonesai dapat sanksi pembekuan status keanggotaanya oleh FIFA, maka ada federasi diluar FIFA yang siap menjadi alternatif bagi sepak bola Indonesia, yaitu FIFI.
Apa itu FIFI? Berikut penjelasnnya.
Dilansir dari laman Wikipedia, Federation of International Football Independents Wild Cup (FIFI Wild Cup) adalah sebuah turnamen sepak bola yang diadakan oleh negara-negara yang tidak diakui keberadaannya oleh FIFA. Kejuaraan ini terbuka bagi seluruh negara yang ingin berpartisipasi, terlepas dari pengakuan dari negara lain secara de jure.
Sebagai turnamen sepak bola alternatif, FIFI Wild Cup memberikan kesempatan bagi negara-negara yang terisolasi secara internasional untuk bersaing dalam level dunia, menciptakan suasana kompetitif dan menyatukan masyarakat di belakang tim nasional mereka.
Negara-negara yang berpartisipasi dalam FIFI Wild Cup kebanyakan adalah pecahan dari negara besar, yang saat ini belum diakui keberadaannya oleh negara lain secara de jure. Beberapa contoh negara yang pernah berpartisipasi dalam turnamen ini antara lain Tibet, Sápmi, Zanzibar, Ossetia Selatan, dan Somaliland.
FIFI Wild Cup pertama kali diadakan pada tahun 2006 di Hamburg, Jerman, dengan enam tim nasional yang berpartisipasi. Turnamen tersebut menarik perhatian media internasional dan menciptakan antusiasme yang besar di kalangan penggemar sepak bola. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali