SUARA CIANJUR - Partai Buruh akan mengadakan demonstrasi pada Hari Buruh atau May Day hari ini (1/5/2023) dan pada saat yang sama akan memperkenalkan calon presiden yang didukung oleh partai tersebut.
Acara May Day Fiesta di Istora Senayan akan menjadi tempat pengumuman sosok calon presiden tersebut.
"Ada kemungkinan juga ucapan Hari Buruh Internasional dari calon presiden yang sudah diputuskan dalam Rakernas Partai Buruh," ucap Presiden Partai Buruh Said Iqbal.
Said mengatakan bahwa meskipun sosok bakal calon presiden tersebut telah direkomendasikan dalam rapat kerja nasional (rakernas), namun belum dapat dikatakan secara resmi bahwa partai tersebut akan mengusungnya.
"Ada satu atau dua mungkin akan hadir calon presiden yang sudah direkomendasi dalam Rakernas Partai Buruh," lanjutnya.
Said Iqbal belum dapat memastikan kehadiran sosok bakal calon presiden di acara Partai Buruh karena partainya baru saja mengirimkan undangan dan belum menerima tanggapan.
Dalam Rakernas Partai Buruh, disinggung mengenai dua calon presiden yang dibahas, yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Sebelum acara May Day Festive, Partai Buruh berencana untuk melakukan demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi dan Istana Negara.
Menurut Said, target dari partainya adalah 100 ribu kader atau simpatisan untuk ikut dalam demonstrasi tersebut. Namun, saat ini hanya 50 ribu peserta yang telah dipastikan.
Baca Juga: Fitri Salhuteru Ogah Ikut Campur Rumah Tangga Nikita Mirzani dan Antonio Dedola, Netizen: Tumben
"Kami akan menuntut pencabutan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, khususnya 9 poin terkait isu buruh dan 3 poin isu petani," papar Said.
Mereka akan mengajukan tuntutan untuk mencabut ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen dan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kepada pemerintah.
Selain itu, Partai Buruh akan menekankan pada pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Partai Buruh akan mengekspresikan penolakan terhadap RUU Kesehatan dan Bank Tanah dalam demonstrasi yang sama.
"Kami juga bakal menyuarakan dilaksanakannya reforma agraria dan kedaulatan pangan," ujar Said.
Para buruh akan meminta agar para calon presiden 2024 mengutamakan kepentingan buruh dan kelas pekerja serta menuntut penghapusan outsourcing dan menolak upah murah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Wajah di Balik Tangis Bayi
-
Pengemudi Ojol di Solo Rasakan Manfaat BHR Naik: Senang Banget, Terima Kasih Presiden Prabowo
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
3 Mobil Bekas Muat 8 Orang Buat Mudik Lebaran 2026 Cuma Rp 50 Jutaan, Cukup Mewah dan Anti Pegal
-
Isu Netanyahu Tewas Diserang Iran Viral, Muhammad Husein Soroti Kronologi dan Video yang Janggal
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Promo Indomaret Festival Ramadan: Sirup Banting Harga Jadi Rp7.500 Jelang Lebaran
-
IRGC Iran Fokus Incar Netanyahu, Menlu Araghchi Siap Negosiasi Negara Teluk