SUARA CIANJUR - Gelombang baru kasus COVID-19 kembali terjadi di Negeri Tirai Bambu. Pakar memperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juni 2023 dengan 65 juta kasus per pekan.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang serius bagi kesehatan masyarakat dan menempatkan tekanan tambahan pada sumber daya kesehatan publik yang telah terpenuhi.
Sebagai tambahan, sekitar 85 persen dari penduduk Tiongkok atau sekitar 1,2 miliar orang, diperkirakan telah kembali terpapar virus Covid-19.
Tingkat terpapar yang tinggi ini menjadi sumber keprihatinan yang serius, karena meningkatkan risiko penyebaran dan penularan virus dalam populasi yang luas.
Dengan jumlah yang besar, perlu langkah-langkah yang efektif untuk mengendalikan penyebaran virus ini.
Profesor Zhong Nanshan, seorang pakar penyakit pernapasan terkemuka, telah memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai gelombang besar kasus yang akan datang.
Dia mencatat bahwa gelombang kecil kasus COVID-19 telah berhasil diprediksi pada akhir April dan awal Mei.
Namun, sekarang, prediksinya menunjukkan bahwa kasus akan melonjak menjadi sekitar 40 juta per pekan pada bulan Mei dan diperkirakan mencapai 65 juta kasus per pekan pada akhir Juni.
Selain itu, dalam gelombang baru ini, varian XBB diketahui mendominasi. Varian ini memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menyebabkan gejala yang lebih parah pada sebagian besar individu yang terinfeksi.
Baca Juga: Masuk Tim Percepatan Reformasi Hukum, Inilah Jejak Pendidikan Najwa Shihab
Kehadiran varian ini menambah kompleksitas dalam mengendalikan penyebaran virus dan membutuhkan respons yang cepat dan efektif dari otoritas kesehatan. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Pemain Keturunan Solo-Bandung Ini Diprediksi Bakal Jadi Bintang Baru di MLS, Penerus Maarten Paes
-
Prabowo Bertolak ke Washington, Siap Bertemu Trump Bahas Tarif Impor dan Kerja Sama Strategis
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!
-
Pesaing Galaxy Z Fold 8, Honor Magic V6 Bawa Bodi Tipis Premium
-
Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
-
Manga Horor Klasik Hyakki Yakou Shou Diadaptasi Jadi Anime, Tayang April
-
Bank Buka Lagi Kapan? Ini Jadwal Buka BRI, BCA, hingga Mandiri usai Libur Imlek 2026
-
Disdik Makassar Sesuaikan Libur Ramadan dan Idulfitri 2026