/
Rabu, 21 Juni 2023 | 14:00 WIB
Cak Imin mengungkapkan bahwa permintaan tersebut berasal dari tokoh agama dalam Dewan Syuro PKB dalam sebuah pertemuan lengkap di kantor pusat PKB. (Suara.com/Rakha)

SUARA CIANJUR - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa ia sedang "dipingit" atau diminta untuk tidak terlalu aktif berbicara mengenai Pemilihan Presiden 2024 oleh para tokoh agama.

Cak Imin, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa permintaan tersebut datang dari para tokoh agama di Dewan Syuro PKB dalam rapat pleno di Kantor Pusat PKB, pada hari Senin yang lalu (19/6).

"Kiai-kiai, Dewan Syuro menasehati saya supaya tidak terlalu banyak omong soal Pilpres," ungkapnya.

Cak Imin memiliki dugaan bahwa para tokoh agama memberikan nasehat tersebut karena mereka khawatir adanya kesalahan yang tidak disengaja dalam pembicaraannya.

Oleh karena itu, lebih baik untuk membatasi jumlah pembicaraan. Cak Imin merupakan salah satu politisi PKB yang sering tampil di depan publik dan berbicara tentang Pemilihan Presiden 2024.

Terlebih lagi, ia adalah salah satu kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto.

Ia menegaskan bahwa selama ini ia tidak pernah membuat kesalahan saat berbicara di media.

"Enggak (pernah salah bicara) sih. Khawatir saja," sebutnya. 

Sebelumnya, Cak Imin, dikatakan sedang mengalami periode "pingitan" menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Baca Juga: Kedekatan Jokowi dan Prabowo Menjadi Akan Jadi Sorotan Utama di Pemilu 2024

Yusuf Chudlori, Ketua DPP PKB, menyebut bahwa kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Pleno DPP PKB.

Dalam waktu dekat, Cak Imin tidak akan memberikan pernyataan lagi kepada media mengenai sikap resmi partainya dalam Pemilihan Presiden 2024.

Menjelang Pemilu 2024, PKB telah bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra. (*)

Load More