SUARA CIANJUR - Yenny Wahid, putri dari Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, semakin mencuri perhatian sebagai figur alternatif dalam kancah politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dengan semakin kuatnya dukungan yang mengarah pada potensinya sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres), kemungkinan ia menjadi pendamping dari Bakal Calon Presiden Anies Baswedan semakin nyata.
Pendapat ini dikemukakan oleh Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia.
Ia menyoroti bahwa Yenny Wahid dapat menjadi sosok alternatif yang dapat merepresentasikan perempuan dalam jajaran Cawapres.
Dalam dunia politik yang masih didominasi oleh laki-laki, kehadiran seorang perempuan seperti Yenny Wahid dapat memberikan inspirasi dan harapan bagi perempuan Indonesia untuk turut aktif dalam proses politik negara.
Selain faktor gender, latar belakang keluarga Yenny Wahid juga menjadi pertimbangan penting. Keluarga besar Yenny Wahid berasal dari Jawa Timur, salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia.
Sebagai wilayah yang strategis, Jawa Timur memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan hasil Pemilu.
Dengan mengusung sosok yang memiliki akar dan pengaruh kuat di Jawa Timur, seperti Yenny Wahid, Anies Baswedan dapat memperoleh dukungan yang luas dari warga provinsi tersebut. (*)
Baca Juga: Bobotoh Merapat! Persib Berikan Diskon Tiket hingga 20 Persen, Begini Uraian Lengkapnya
Berita Terkait
-
Jokowi Rangkul Erick Thohir Jelang Pilpres, Sinyal Kuat Temani Ganjar Pranowo?
-
Ini Penafsiran dari Kata-Kata Jokowi tentang 'Jangan Salah Pilih Pemimpin' Menurut Rocky Gerung
-
Cak Imin, Mengaku Sedang 'Dipingit' oleh Para Tokoh Agama
-
Puan Maharani dan Anies Baswedan di Tanah Suci: Ibadah atau Interaksi Politik?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026