/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 18:00 WIB
Presiden Klub Persija Jakarta, Mohamad Prapanca berikan apresiasi terhadap prestasi meraih emas SEA Games 2023. (Dok. Persija Jakarta)

SUARA CIANJUR - Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca baru-baru ini memberikan gambaran mengenai kondisi klub yang dia pimpin saat ini.

Dalam pernyataannya, Mohamad Prapanca menggunakan analogi berlayar di laut untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi Persija saat ini, yaitu sedang dalam keadaan yang oleng.

"Sebagai nahkoda yang memimpin kapal Persija ini, tentu seluruh awak dan penumpang kapal berhak untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi," ungkap Mohamad Prapanca dikutip dari laman resmi Persija.

"Kami menyadari bahwa dalam masa persiapan menyambut musim baru, Persija menemui dinamika di berbagai aspek, yang membuat seolah kapal kami sedikit oleng," lanjutnya.

Mohamad Prapanca mengungkapkan bahwa penyebab utama dari kondisi tersebut adalah ketidakstabilan keuangan klub Persija.

Meskipun Liga 1 2023/2024 akan segera dimulai pada tanggal (1/7/2023), Persija masih belum berhasil memenuhi kuota pemain asing yang telah disediakan.

Dari enam slot pemain asing, Persija hanya memiliki tiga pemain asing, yaitu Marko Simic, Ondrej Kudela, dan Ryo Matsumura.

Mohamad Prapanca menyadari bahwa banyak yang merasa persiapan Persija menjelang musim baru tidak berjalan dengan baik.

Beberapa masalah yang dihadapi antara lain ketidakpastian mengenai venue pertandingan, perdebatan mengenai Marko Simic, insiden mati lampu di Stadion Patriot, dan kekurangan pemain asing Persija.

Baca Juga: BRI Liga 1: Update Terbaru Persib Menjelang Pertandingan Melawan Madura United, Siapakah Pemain Andalannya?

Dia mengidentifikasi Tragedi Kanjuruhan sebagai pemicu utama ketidakstabilan klub. Dampak buruk yang disebabkan oleh tragedi tersebut, seperti kehilangan beberapa pertandingan kandang dan penarikan sponsor di musim sebelumnya, turut mempengaruhi stabilitas keuangan klub pada akhir musim dan awal musim ini.

Oleh karena itu, Persija harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum dapat melangkah maju untuk musim baru.

Mohamad Prapanca menjelaskan bahwa kapal ini perlu berlabuh sejenak untuk mengkonsolidasikan perbekalan dan logistik sebelum melanjutkan perjalanan mereka di Liga 1 2023/2024.

Salah satu langkah perbaikan yang diambil oleh Persija adalah dengan menjalin kerjasama dengan pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno, agar menjadi kandang mereka.

Dia menyebut langkah ini sebagai langkah yang sangat penting, karena Persija harus bermain di stadion yang menjadi kebanggaan Indonesia untuk memanjakan para penggemar setia, Jakmania.

Mohamad Prapanca merasa bersyukur karena pada akhirnya Persija masih bisa menyelenggarakan pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak dimulainya pekan perdana Liga 1 2023/2024.

Load More