SUARA CIANJUR - Polres Kota Tangerang Selatan mengungkapkan motif dibalik ibu dan ayah kandung yang tega menganiaya anak mereka sampai meninggal.
Anissa Zahra, ibu kandung korban, dan Dani, ayah kandung, diduga menganiaya anak laki-laki berusia 4 tahun tersebut karena anak tersebut tidak dapat berbicara.
Penganiayaan tersebut dilakukan dengan berbagai cara keji, termasuk menyundut anak dengan rokok dan membelit tangannya.
Insiden penganiayaan ini diperkirakan terjadi selama satu jam pada awal Juni 2023, hingga akhirnya anak malang itu meninggal dunia di rumah sakit.
Polisi telah berhasil menangkap dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan tersebut di Kota Tangerang Selatan.
Mereka adalah Anissa Zahra, ibu kandung korban, dan Dani, ayah kandung.
Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat dan memicu kemarahan publik.
Banyak orang yang mengecam keras tindakan ibu dan ayah kandung yang seharusnya melindungi dan merawat anak mereka dengan penuh kasih sayang. (*)
Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Setuju: Pembubaran Pondok Pesantren Al Zaytun, Aset Dibekukan
Berita Terkait
-
Mengerikan! Bocah-bocah Terlibat Tindakan Kekerasan pada ODGJ
-
Misteri DK: Ayah yang Terlibat Skandal Incest di Ciamis
-
Ayah dan Bunda Ingin Buah Hati Laki-Laki? Ini Langkah yang Dianjurkan Oleh Dokter Boyke
-
Kekhawatiran Kuasa Hukum Tentang Psikologis Shane Terhadap Pengaruh Mario Dandy di Lapas Salemba
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel