SUARA CIANJUR - Pemilihan nama calon wakil presiden sangat penting dalam membangun dukungan dan memperkuat posisi koalisi.
Oleh karena itu, para koalisi sedang mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengumumkannya kepada publik.
Partai Demokrat telah mengkonfirmasi bahwa Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) telah menentukan calon wakil presiden (cawapres) yang akan dipasangkan dengan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra, menyatakan bahwa saat ini koalisi sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan nama tersebut.
Menurut Herzaky, Anies Baswedan menjadi penentu kapan pengumuman nama calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan dapat dilakukan.
"Mas Anies mengetahui waktu terbaik untuk mengumumkan agar bisa memenangkan pemilihan. Nama calon sudah ada, hanya tinggal menentukan waktu terbaik untuk mengumumkannya," ucap Herzaky.
Meskipun Herzaky tidak memberikan detail mengenai siapa calon wakil presiden yang telah dipilih, ia menegaskan bahwa koalisi telah mencapai kesepakatan dalam hal ini.
Anies dianggap sebagai salah satu figur yang memiliki potensi untuk memenangkan Pilpres 2024.
Kehadirannya dalam koalisi ini diharapkan dapat membawa keuntungan dan menggandakan peluang koalisi untuk mencapai kemenangan di tingkat nasional. (*)
Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Setuju: Pembubaran Pondok Pesantren Al Zaytun, Aset Dibekukan
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Belajar dari Jokowi untuk Menguatkan Kemampuan Politik dan Menangkan Pilpres 2024
-
Anies Baswedan Memohon Doa dan Restu untuk Ibadah Haji Berkualitas dan Haji Mabrur
-
KPU: Belum 17 Tahun Tapi Sudah Nikah dan Pernah Nikah Bisa Ikut Pemilu 2024
-
Prabowo Subianto Bicara tentang Kontroversi Hak Asasi Manusia 1998 dan Politik
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan
-
Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen