SUARA CIANJUR - Oktovianus Maniani, mantan pemain Timnas Indonesia, memberikan pesan penting kepada pesepak bola muda untuk menjaga perjalanan karier mereka agar tidak terhenti karena penurunan performa.
Menurutnya, fase penurunan dalam karier pribadinya terjadi karena rasa puas yang cepat muncul.
Ia mengakui bahwa kepuasan yang berlebihan tersebut merupakan kesalahan yang fatal dalam perjalanan kariernya.
"Fase penurunan menurut saya pribadi, karena saya merasa cepat puas. Itu memang salah dan fatal dalam perjalanan karier saya saat itu," ucapnya.
Maniani mengungkapkan bahwa ia merasa sudah mencapai segalanya. Sebelum menjadi pesepak bola terkenal, ia hidup dalam kondisi pas-pasan di pasar.
Mendapatkan uang sebesar Rp30 ribu dalam sehari sudah membuatnya merasa cukup.
"Saya merasa sudah dapat semuanya. Karena, sebelum menjadi pesepak bola yang terkenal, hidup saya di pasar. Sehari dapat Rp30 ribu sudah terasa cukup bagi saya," tambahnya.
Namun, ia menyadari bahwa pada saat itu ia seharusnya memikirkan hal-hal yang lebih besar, terutama karena ia sudah memiliki keluarga.
Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memiliki tanggung jawab besar yang harus ia emban, namun sayangnya hal tersebut luput dari perhatiannya.
"Padahal, ada hal besar yang seharusnya saya pikirkan, karena saya sudah punya keluarga. Seharusnya saya punya tanggung jawab besar, tetapi saya lupa," sebutnya.
"Karena dengan kepuasan itu, bisa bermain bersama tim nasional dan dipuja banyak orang, saya justru lupa diri. Akhirnya hal itu membuat saya tidak bisa menjaga kondisi kebugaran agar tetap fit," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
-
Warganet Komentari Pertemuan Timnas Wanita Indonesia dengan Thailand di Laga Semi Final Piala AFF U19: Jodoh Pasti Bertemu
-
Genjot Pemain Timnas Indonesia U17, Pelatih Bima Sakti Gelar Psikotes, Kenapa itu Dilakukan? Berikut Penjelasannya!
-
Bima Sakti Tegaskan Selektif Pilih Pemain untuk Piala Dunia U17, Berikut Daftar yang Dipanggil Ikut Seleksi
-
Gacor Terus! Timnas Wanita Indonesia U19 Buat Kamboja Bertekuk Lutut dengan 5 Gol Tanpa Balas, Warganet: Finishing Lebih Bagus dari Timnas Pria Senior
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong
-
Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Stok Sapi Kurban di Sleman Ternyata Minus 5.381 Ekor, Warga yang Mau Kurban Harus Bagaimana?
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
Puluhan Tas Mewah dan Perhiasan Sandra Dewi yang Laku Terjual di Pelelangan BPA Fair
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Berburu Harta Karun Koruptor, Jejouw Gigit Jari Gagal Bawa Pulang Harley Davidson