/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 13:50 WIB
Ucok, pelatih kiper Timnas Indonesia U-22, mengaku merasa kebingungan dengan fakta bahwa namanya terdaftar dalam hukuman yang diberikan oleh AFC. (Instagram/@saharigultom)

SUARA CIANJUR - Federasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan hukuman bagi Timnas Indonesia dan Timnas Thailand setelah insiden kerusuhan yang terjadi pada final SEA Games 2023.

Tiga pemain dan empat ofisial dari Timnas Indonesia U-22 telah dikenai sanksi oleh AFC sebagai akibat dari kejadian tersebut.

Salah satu yang terkena dampak adalah Sahari Gultom, yang lebih dikenal dengan sebutan Ucok.

Ucok merupakan pelatih kiper Timnas Indonesia U-22 dalam ajang SEA Games 2023.

Namun, Ucok merasa bingung dengan keputusan AFC yang mencantumkan namanya dalam daftar hukuman.

Sebagai mantan kiper PSMS Medan, ia diberikan larangan bermain selama enam pertandingan dan didenda sebesar 1.000 dolar.

"Saya malah mendapat informasi ini dari media, belum ada surat resmi yang saya terima jadi masih ada kebingungan," ujar Ucok.

"Saya mendapatkan kartu, tapi saya bingung karena saya tidak melakukan pemukulan atau provokasi. Saya sudah mengirim surat keberatan, menjelaskan bahwa saya tidak terlibat dalam insiden tersebut. Namun, tiba-tiba muncul kabar bahwa saya dilarang bermain selama enam pertandingan," tambahnya. (*)

Baca Juga: Berimbas Terhadap Kemajuan Pariwisata Indonesia, Erick Thohir Sebut MotoGP 2023 Kembali Digelar di Sirkuit Mandalika

Load More