- KPK memeriksa Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara, Asep Permana, terkait kasus korupsi IUP di Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (15/6/2026).
- Penyidik mendalami data produksi batu bara serta kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak dari kegiatan pengangkutan dan penggunaan dermaga.
- Pemeriksaan saksi bertujuan melengkapi penyidikan terhadap tiga perusahaan tersangka, yaitu PT SKN, PT ABP, dan PT BKS dalam perkara tersebut.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami data produksi metrik ton batu bara melalui pemeriksaan terhadap Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara pada Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Asep Permana, pada hari ini.
Asep diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan tersangka korporasi.
Tak hanya soal data produksi metrik ton batu bara, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa Asep juga diperiksa terkait pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh para pengusaha batu bara.
"Hari ini AP ya dipanggil dan secara kooperatif hadir dan memberikan keterangan, di mana penyidik di antaranya meminta soal data produksi metrik ton batu bara yang berkaitan untuk tersangka para korporasi ya, sehingga keterangan hari ini juga melengkapi keterangan-keterangan sebelumnya di mana penyidik juga mengonfirmasi, membandingkan data-data PNBP dari produksi metrik ton batu bara tersebut," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).
Menurut Budi, Asep juga diminta menjelaskan terkait PNBP dari kegiatan hauling dan penggunaan dermaga atau jetty. Budi mengatakan terdapat kewajiban pembayaran PNBP bagi perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan.
"Termasuk juga PNBP dari pekerjaan holing, kemudian pekerjaan jetty atau dermaga yang digunakan untuk mengangkut batu bara tersebut, karena memang ada PNBP yang harus dibayarkan oleh perusahaan yang melakukan aktivitas di sektor pertambangan," ujar Budi.
Pada kesempatan lain, Asep tidak menjelaskan materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik kepada dirinya. Ia hanya mengaku tidak pernah bertemu dengan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, yang juga terlibat dalam perkara ini.
"Gak pernah ketemu," ucap Asep usai diperiksa KPK.
Sebelumnya, KPK menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara yang menjerat eks Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Baca Juga: KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa
Adapun tiga korporasi yang dimaksud ialah PT Sinar Kumala Naga (SKN), PT Alamjaya Bara Pratama (ABP), dan PT Bara Kumala Sakti (BKS).
Berita Terkait
-
KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa
-
Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK
-
Sudewo Jalani Sidang Perdana, Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp3,8 Miliar
-
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran dengan BGN, Ada Apa?
-
Eddy Tansil Gelapkan Dana Rp10,1 Triliun, Ini Daftar Aset yang Berhasil Disita Negara
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza
-
BPBD Kota Banjar Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Misteri Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Sopir Ambulans dan 4 Saksi Kunci
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026
-
Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO