News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah untuk seluruh wilayah.
  • Langkah ini bertujuan melakukan audit fasilitas dapur serta membenahi koordinasi data penerima manfaat bersama lembaga terkait.
  • Proses evaluasi internal dilakukan guna memastikan kesiapan operasional dan akurasi data saat siswa kembali bersekolah nanti.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah.

Langkah ini diambil sebagai momentum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap fasilitas dapur serta membenahi koordinasi data penerima manfaat.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa jeda operasional ini akan dimanfaatkan untuk memastikan seluruh kesiapan di lapangan menjadi lebih baik saat siswa kembali masuk sekolah.

"Tapi yang jelas kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini. Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah kita sudah lebih baik. Kondisi di lapangan sudah lebih rapi gitu ya," ujar Arum.

Selain perbaikan fasilitas fisik, BGN juga fokus pada sinkronisasi data. Arum menegaskan bahwa pihaknya tengah mengawal ketat Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN agar berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang memiliki basis data terkait.

Ia mengakui adanya kendala komunikasi terkait pertukaran data pada masa lalu yang perlu segera diselesaikan.

"Dan terutama tadi masalah data saya kawal betul teman-teman Pusdatin kami dan juga kami sudah mulai melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang sebenarnya sudah memiliki data. Hanya mungkin di masa lalu kemarin ada yang versinya, ‘Oh ya BGN yang tidak mau menerima data kami,’ atau sebaliknya, ‘Oh yang mereka tidak kasih,’" jelasnya.

Para siswa membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan ke kelas masing-masinh di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Mengingat Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah, Arum optimistis berbagai instansi terkait akan memberikan dukungan penuh dalam penyediaan data yang akurat.

"Nah, itu saya yakin sekarang ini adalah program prioritas maka saya yakin dari kementerian lembaga pun akan mendukung kami. Begitu Ibu dan Bapak ya?" tambahnya.

Baca Juga: Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Saat dikonfirmasi kembali mengenai kepastian penghentian distribusi selama masa libur sekolah, Arum membenarkan bahwa penyaluran akan dihentikan sementara demi proses pembenahan internal.

"Iya, setop untuk yang semasa libur sekolah sambil kita membenahi. Itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Agustina Arumsari sebelumnya memaparkan rencana besar terkait anggaran dan transformasi lembaga untuk tahun 2027.

Dalam rapat kerja perdana bersama Komisi IX DPR RI, BGN mengungkapkan pagu indikatif tahun 2027 mencapai Rp270,2 triliun. Namun, angka tersebut diiringi dengan rencana efisiensi yang ketat melalui refocusing penerima manfaat.

Rapat tersebut digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Rapat itu menjadi ajang perkenalan pimpinan baru BGN sekaligus pembahasan teknokrasi anggaran. Arumsari menyebut, berdasarkan alokasi dari Kementerian Keuangan dan Bappenas, anggaran sebesar Rp270.201.499.678.000 diproyeksikan untuk menjangkau 81,5 juta penerima manfaat.

Namun, jumlah tersebut merupakan pagu anggaran yang disusun pada era kepemimpinan BGN sebelumnya, yakni Dadan Hindayana dan jajaran. Angka tersebut akan ditata ulang atau dilakukan refocusing pada era kepemimpinan BGN yang baru.

"Namun tadi ketika kami sampaikan bahwa di dalam 2026 ini kan bulan Juni ya. Nah, Juli sampai akhir 2026 kami pun akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan," kata Arumsari usai rapat.

Arumsari menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah-langkah perbaikan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran.

Load More