SUARA CIANJUR - Asian Football Confederation (AFC) telah memberlakukan hukuman resmi terhadap Indonesia dan Thailand setelah terjadinya keributan dalam final Sea Games 2023.
Keributan itu terjadi saat pertandingan sepak bola putra Sea Games 2023 dalam pertandingan Indonesia melawan Thailand.
Karena hal itu AFC telah mengumumkan nama-nama pemain dan official Indonesia yang menerima hukuman sebagai berikut, seperti dikutip dari Instagram @suara.garuda pada Jumat (14/7/2023):
Pertama, Titan Agung dijatuhi hukuman larangan bermain selama 6 pertandingan dan didenda sebesar 1000 USD atau sebesar Rp14,9 juta.
Sementara itu, Komang Teguh juga menerima hukuman serupa dengan larangan bermain selama 6 pertandingan dan didenda 1000 USD atau sebesar Rp14,9 juta.
Selain itu, Taufany Muslihuddin juga dihukum larangan bermain selama 6 pertandingan.
Selain para pemain, beberapa official Indonesia juga mendapatkan hukuman dari AFC.
Sahari Gultom, salah satu official tim Indonesia, dijatuhi hukuman larangan beraktivitas selama 6 pertandingan.
Tegar Diokta, Ahmad Nizar, dan Toid Sarnadi juga menerima hukuman serupa dengan larangan beraktivitas selama 6 pertandingan, serta didenda 1000 USD atau sebesar Rp14,9 juta.
Hukuman yang diberikan AFC kepada pemain dan official Indonesia ini sebagai bentuk tindakan disiplin atas insiden yang terjadi di final Sea Games 2023.
Keributan tersebut mempengaruhi jalannya pertandingan dan tidak sesuai dengan aturan dan etika dalam sepak bola.
Keputusan AFC ini menjadi pembelajaran bagi para pemain dan official Indonesia maupun Thailand untuk menjaga sportivitas dan menghormati fair play dalam setiap pertandingan.
Hukuman ini juga dapat menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa tindakan yang merugikan integritas olahraga tidak akan ditoleransi dan akan berdampak pada konsekuensi yang serius.
Melalui hukuman ini, diharapkan tim sepak bola Indonesia maupun Thailand dapat belajar dari kesalahan dan tindakan disiplin akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Disiplin, etika, dan sportivitas harus menjadi prinsip utama dalam mengembangkan sepak bola Indonesia dan membangun citra yang baik di tingkat internasional.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Saat Serangan Israel Terus Berlanjut: Kami Siap Membela Diri
-
Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Magribnya di Sini
-
5 Drama dan Film Misteri Yoo Yeon Seok Terbaik yang Wajib Masuk Watchlist
-
Trump Desak Bantuan Pengamanan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal Militer
-
Dibekali WPS Office Rasa PC, Xiaomi Pad 8 Series Cocok untuk WFA?
-
Polisi Uji Helm dan Botol Air Keras di Kasus Andrie Yunus, Cari Sidik Jari Pelaku
-
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
-
Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
-
Buka Puasa Jakarta Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Magrib dan Doa Berbuka
-
Daftar Lengkap SPKLU di Tol Trans Jawa Timur 2026, dari Ngawi sampai Probolinggo