/
Senin, 17 Juli 2023 | 12:30 WIB
Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyatakan bahwa salah satu alasan utama adalah ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan layanan pesawat di Indonesia. (Instagram/erickthohir)

SUARA CIANJUR - Mahalnya harga tiket pesawat juga mempengaruhi konektivitas dan mobilitas penduduk di berbagai wilayah Indonesia.

Banyak warga yang terkendala dalam bepergian karena tidak mampu membeli tiket pesawat dengan harga yang tinggi.

Terutama bagi mereka yang tinggal di pulau-pulau terpencil atau daerah yang belum terjangkau oleh moda transportasi lainnya.

Menanggapi keluhan masyarakat mengenai mahalnya harga tiket pesawat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan jumlah layanan pesawat di Indonesia.

Saat ini, kebutuhan pesawat di Indonesia mencapai 720 unit, tetapi hanya terdapat 550 armada yang dioperasikan oleh berbagai maskapai penerbangan, menjadikan kekurangan sebanyak 170 pesawat.

Ketidakseimbangan ini menjadi masalah serius karena total penduduk Indonesia mencapai sekitar 280 juta jiwa.

Jumlah armada pesawat yang minim tidak mampu memenuhi kebutuhan transportasi udara bagi populasi yang besar ini, dan berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.

Bukan hanya para pelancong yang terkena imbasnya, tetapi juga sektor logistik yang mengandalkan moda transportasi udara untuk mengirimkan barang ke berbagai daerah. (*)

Baca Juga: Apakah Mario Gomez Akan Kembali Setelah Luis Milla Hengkang?

Load More