/
Kamis, 10 Agustus 2023 | 08:30 WIB
Jakabaring gagal jadi venue Piala Dunia U17. (Dok. Jakabaring Sport City)

SUARA CIANJUR – PSSI dan FIFA telah menetapkan venue untuk Piala Dunia U17. Venue yang dipilih diantaranya adalah Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Gelora Bung Tomo, dan Stadion Manahan. 

Namun, penetapan ini menimbulkan sedikit polemik. Sumatera Selatan (Sumsel) merasa kecewa berat karena Stadion Jakabaring Palembang gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U17. 

"Kurang ngerti kita dengan ini. Dua kalimat yang disatukan itu kita kecewa berat. Pertimbangannya apa. Kalau pertimbangan mobilisasi, transport," ujar tim Asprov PSSI Sumsel, Faisal Mursyid dikutip dari laman Instagram @sepakbola.indonesian, Kamis (10/8/2023). 

Selanjutnya, pihak Sumsel merasa bingung atas ketatapan ini. Menurutnya tidak ada penjelasan yang tepat dalam ketetapan ini. 

“Ya kita terus terang saja kita gak tahu apakah ini dari FIFA atau dari PSSI. Yang jelas kita ada harapan sebagai tuan rumah kemarin. Namun tidak tahu lagi penjelasannya juga kita tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan yang sebenarnya," sambung Faisal Mursyid. 

Kecewa berat ini bukan tanpa alasan. Pasalnya Sumsel mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan persiapan secara matang. 

"Dari sisi dana dan lain sebagainya sama saja Jakarta-Palembang dengan Jakarta-Surabaya itu. Kita sedih mendengar kabar itu karena sudah hampir tiga tahun kerja mempersiapkan ini,” lanjutnya. 

Sementara itu, ajang Piala Dunia U17 akan diselenggarakan mulai 10 November 2023 sampai 2 Desember 2023. (*)

Baca Juga: Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll Geram Sama Timnas Indonesia, Karena Hal ini

Load More