SUARA CIANJUR - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan keprihatinannya mengenai kinerja lembaga militer dan kepolisian di masa kini.
Sebagai tokoh yang terlibat dalam perubahan struktural TNI dan Polri, Megawati merasa bahwa langkah tersebut seharusnya memberikan kekuatan tambahan kepada kedua lembaga tersebut.
Megawati mengingatkan tentang pentingnya menjaga integritas dan kinerja TNI-Polri agar tidak melemah. Menurutnya, kedua lembaga ini memiliki peran sentral dalam melindungi kedaulatan negara dan memastikan stabilitas dalam negeri.
Pada saat merancang pemisahan antara TNI dan Polri, Megawati memiliki harapan bahwa perubahan ini akan memberikan dorongan bagi efisiensi dan efektivitas dalam operasi keduanya. Namun, keprihatinan muncul ketika melihat peran dan kinerja aktual keduanya di era sekarang.
Megawati menekankan bahwa TNI-Polri memegang tanggung jawab penting dalam menjaga keamanan negara dan masyarakatnya.
Kekuatan mereka diperlukan untuk menjamin Indonesia tidak hanya aman, tetapi juga berkembang sebagai negara yang sejahtera.
Pemimpin PDIP ini juga memperingatkan agar TNI-Polri tidak mengalami penurunan kualitas atau "lembek".
Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, baik di bidang keamanan maupun pembangunan, membutuhkan lembaga militer dan kepolisian yang kuat dan tangguh. (*)
Baca Juga: Penyidikan Kasus Penghinaan Presiden: Mabes Polri Belum Berencana Memeriksa Rocky Gerung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan