/
Jum'at, 01 Juli 2022 | 21:37 WIB
Pixabay

Deli-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memerintahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menggelar operasi Pasar murah di sejumlah titik untuk menekan tingginya harga cabai merah. Bahan pokoknya, juga diambil langsung dari lokasi produksi di Kabupaten Karo melalui BUMDes.


Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait menjelaskan, bahwa pasar murah akan terus berlangsung seiring tingginya angka inflasi pada Juni 2022 mencapai 4,18%. Di mana cabai merah menjadi penyumbang andil terbesar kondisi tersebut.

Dalam operasi pasar murah ini, Pemprov Sumut memberikan subsidi harga komoditi cabai merah, sehingga lebih murah dari biasanya. Sekaligus juga untuk menambah jumlah pasokan di beberapa pasar agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memerhatikan tata kelola cabai agar tidak ada gejolak setiap saat, dengan cara membangun pola tanam di sektor hulu sekaligus juga membangun kemitraan. Sehingga terwujud kontrak pertanian antara petani cabai dengan BUMD Sumut,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Adapun BUMD yang menggelar Pasar Murah tersebut, papar Naslindo, yakni PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) dengan dukungan seluruh BUMD Pemprov Sumut lainnya. Dari lokasi pembelian langsung di Kabupaten Karo, lalu PD AIJ membawa dan menjualnya di sejumlah titik di Kota Medan, seperti kawasan Medan Helvetia, Petisah, Pulo Brayan, Medan Selayang, Medan Johor, Setia Budi serta di PRSU.

Mekanisme tersebut, sambung Naslindo, akan menimbulkan kepastian harga dan jumlah pasokan untuk meredam tingginya harga cabai merah. Termasuk juga mengatasi kendala berupa anomali cuaca.

“Kami sedang berkonsultasi dengan pusat penelitian untuk bisa dicarikan jalan keluar, apakah ada teknologi yang bisa mengatasi anomali cuaca. Secara permanen, bagaimana meningkatkan produksi,” jelasnya. 

Melalui peningkatan itu tambahnya, sekalipun ada permintaan cabai merah dari luar provinsi, maka Sumut tidak akan kekurangan pasokan. Sehingga konsumsinya tetap terjaga dan terkendali, dimana langkah ini agar inflasi bisa ditekan (terkendali) serta memastikan ketahanan pangan di Sumut.

Baca Juga: Cabai Merah Sebabkan Sumut Inflasi Sumut 1,40 Persen

Load More