Deli.Suara.com - Kandas sudah pelarian 2 orang pelaku perampokan maut yang menghabisi nyawa korban dengan cara membekapnya hingga tewas di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara (Sumut).
Personel gabungan Polda Sumut, Polres Tapsel, dan Polres Tapanuli Utara (Taput) yang melakukan penyelidikan kasus itu akhirnya menangkap kedua perampok sadis tersebut.
Adapun kedua perampok yang dibekuk yakni berinisial BST dan AP. Terhadap keduanya, polisi memberikan tindakan tegas keras dan terukur dengan menembak kedua kaki masing-masing pelaku.
"Pengungkapan ini bermula dari penemuan jenazah korban di Jalan Lintas Aek Latong Lama - Padangsidempuan, Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Minggu 24 Juli 2022," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (5/8/2022).
Dari temuan itu, lanjutnya mengatakan tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Lebih lanjut Hadi menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian, keluarga dan CCTV di sepanjang jalan dari Taput hingga Kota Padang Sumbar,.
"Selama sembilan hari kedua pelaku akhirnya dapat ditangkap," katanya.
Hadi menyampaikan usai membekuk kedua pelaku, dari pemeriksaan diketahui sebagai residivis yang sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan serupa.
"Modusnya adalah melakukan tipu daya, meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik dengan korban. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban," jelasnya.
Baca Juga: Gegara Covid-19, Pria Ini Doyan Makan Daging Mentah Padahal Dulu Vegetarian
Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj menerangkan, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Taput itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/7/2022). Setelah itu oleh suami, korban pun diantar ke pasar.
"Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga oleh keluarga dilaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan," terangnya.
Atas temuan ini, sambung Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Taput. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihaknya akhirnya dapat mengungkap alamat pelaku.
"Korban meninggal dunia dibekap karena meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku," ujarnya.
Roman menambahkan, usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung korban kepada seorang penadah berinisial I di Kota Padang. Dari hasil penjualan itu, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.
Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenakan dengan Pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.
Tag
Berita Terkait
-
Perampok Berkelewang Rampas HP Penjaga Apotek di Medan Ditangkap
-
Polisi Tembak Perampok Berkelewang Rampas HP Penjaga Apotek di Medan
-
Anggota Komplotan Perampok Sadis di Lampung Utara Dibekuk
-
Perampok Bersajam Satroni Apotek di Medan, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
-
Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Mati Perampok
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring