/
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:35 WIB
Ilustrasi Puasa - Pahala puasa Asyura dan Tasua` (Pexels)

Deli.Suara.com - Umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Muharram, diantaranya yakni puasa Asyura dan puasa Tasua.

Puasa di bulan Muharram merupakan puasa paling utama selepas bulan Ramadhan.  

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat wajib (lima waktu) adalah salat malam.“ bunyi hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. 

Dilansir dari suara.com, pada bulan Muharram ini, setiap muslim yang tidak berhalangan dianjurkan untuk puasa sunnah Muharram. 

Adapun puasa sunnah tersebut yaitu puasa Tasua dan Asyura. Adapun jadwal dan niat puasa Tasua dan Asyura yakni sebagai berikut ini.Jadwal dan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Jadwal dan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Bagi muslim yang akan menjalankan ibadah puasa sunnah Tasua, puasa sunnah ini dilaksanakan pada hari kesembilan bulan Muharram atau  tanggal 9 Muhharram. Menurut perhitungan kalender Masehi, puasa Tasua jatuh pada tanggal 7 Agustus 2022.

Untuk menunaikan ibadah puasa Tasua, dianjurkan membaca niatnya terlebih dulu. Adapun bacaan niat puasa Tasua yakni sebagai berikut.

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.

Baca Juga: Polisi Tembak 2 Perampok Maut yang Habisi Nyawa Wanita di Sumut

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Sedangkan untuk puasa Asyura adalah puasa yang jatuh pada hari kesepuluh bulan Muharram atau tanggal 10 Muharram. Menurut perhitungan kalender Masehi, puasa Asyura jatuh pada tanggal 8 Agustus 2022.

Untuk melaksanakan puasa asyura, maka harus membaca niatnya terlebih dulu yang bunyinya seperti di bawah ini:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adala’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Doa Buka Puasa

Bagi yang sedang berpuasa sunnah Tasua dan Asyura, setelah memasuki waktu berbuka atau bedug magrib, maka dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa. Adapuni bacaan latin doa buka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yakni sebagai berikut.

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah." 

Sejarah Puasa Asyura 

Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki sejarah panjang dalam pandangan Islam. Sebab puasa ini sudah dilakukan oleh kaum Yahudi jauh sebelum agama Islam datang.

Dalam tradisi kaum Yahudi, puasa Asyura yang dilakukan pada hari ke-10 Tishri atau 10 Muharram merupakan bentuk syukur atas kemenangan Musa bersama Bani Israel dari musuh, Fir’aun dan kelompoknya.

Sementara puasa Asyura dalam perjalanan sejarah Islam berkaitan dengan kejadian di mana Nabi Muhammad pertama kali hijrah ke Madinah. Beliau mendapati kaum Yahudi yang merayakan hari ke-10 Tishri. Nabi Muhammad pun bertanya tentang puasa mereka.

"Ini adalah hari yang baik bagi kami. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israel dari gempuran musuh-musuh mereka. Karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur, Musa AS berpuasa pada hari ini," kata kaum Yahudi.

Nabi Muhammad kemudian memberi respon, “Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa AS.”

Sejak saat itu, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa pada 10 Muharram. Namun, agar tidak menyerupai syariat kaum Yahudi, Nabi Muhammad juga memerintahkan untuk berpuasa pada satu hari sebelum dan setelahnya. 

Artinya, dianjurkan bagi kamu umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a), 10 dan 11 Muharram. Anjuran tersebut didapati dari hadis riwayat Ahmad.

Load More