/
Senin, 15 Agustus 2022 | 15:29 WIB
Indonesia melanjutkan tren 27 bulan beruntun mengalami surplus neraca dagang. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2022 mengalami surplus USD 4,23 miliar, terutama berasal dari sektor non migas USD7,31 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migs senilai USD 3,08 miliar.

Kondisi surplus ini memperpanjang rekor sepanjang 27 bulan berturut-turut. 

“Jadi kalau tren belakangan neraca dagang Indonesia surplus selama 27 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers virtualnya, Senin (15/8/2022).

Akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai USD 29,17 miliar pada Januari-Juli 2022.

Setianto menjelaskan surplus ini dikarenakan nilai ekspor Indonesia yang relatif masih tinggi dibandingkan dengan impor.

Tercatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2022 mencapai USD 25,57 miliar atau turun 2,20 persen dibanding ekspor Juni 2022. Dibanding Juli 2021 nilai ekspor naik sebesar 32,03 persen. 

Ekspor non migas Juli 2022 mencapai USD 24,20 miliar, turun 1,64 persen dibanding Juni 2022 dan naik 31,58 persen dibanding ekspor non migas Juli 2021.

Sementara nilai impor Indonesia Juli 2022 mencapai USD 21,35 miliar, naik 1,64 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 39,86 persen dibandingkan Juli 2021.

Impor migas pada Juli 2022 senilai USD 4,46 miliar, naik 21,30 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 148,38 persen dibandingkan Juli 2021. 

Baca Juga: Psywar Fajar/Rian untuk Hoki/Kobayashi Jelang Kejuaraan Dunia 2022

Impor non migas Juli 2022 senilai USD 16,89 miliar, turun 2,53 persen dibandingkan Juni 2022 atau naik 25,41 persen dibandingkan Juli 2021.

Sumber: Suara.com 

Load More