Deli.Suara.com - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memerintahkan kepada seluruh anggota kepolisian untuk menutup seluruh lokasi judi di Sumut.
Ucapan Kapolda ini tidak sekadar gertakan belaka, sebab dalam beberapa hari terakhir, polisi menggerebek sejumlah lokasi perjudian di Sumut dan menangkap 65 tersangka.
Ia juga memerintahkan seluruh personel kepolisian di Sumut agar tidak lagi bermain-main dengan bisnis perjudian.
"Saya harus sampaikan dalam beberapa Minggu ini kami melakukan operasi judi di wilayah Sumut. Teman-teman saya laporkan dari hasil dua Minggu ini saya sudah perintahkan semua jajaran tidak ada lagi bermain-main judi," tegasnya seperti dilansir dari SuaraSumut.id Selasa (16/8/2022).
Irjen Panca berujar judi merupakan penyakit masyarakat yang membuat masyarakat menjadi bodoh menjadi miskin.
Kapolda Sumut juga menyampaikan kalau dirinya ogah menerima setoran uang dari bandar judi.
"Teman-teman boleh cek pak Kapolda boleh terima uang judi atau tidak," ucapnya.
Lanjut Panca mengatakan dirinya juga turun langsung ke lokasi judi saat personel kepolisian melakukan penggerebekan.
"Saya harus sampaikan ini, saya tegaskan anda sudah berkali-kali menyaksikan sendiri bagaimana saya turun ke lapangan menangkap judi saya mohon maaf temen-temen ini bukan permainan untuk sekedar kamuflase tidak," katanya.
Baca Juga: LBH Menilai Keterlibatan Kapuslabfor Dalam Skenario Ferdy Sambo Menambah Buruk Citra Polri
Kapolda juga menyampaikan apresiasinya terhadap personel TNI atas dukungan menutup lokasi judi di Sumut.
Terimakasih atas dukungan Pak Panglima, reman-teman unsur TNI, teman-teman sudah tahu di Belawan sudah tutup, semuanya sudah tutup," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J Terungkap: Ferdy Sambo Diduga Menembak 2 Kali hingga Bisnis Judi Online 303
-
Mengenal Ya' Syarif Umar, Pejuang 45 asal Kalimantan Barat yang Kini Terlupakan
-
Isu Kode Bisnis Judi Online Catut Nama Ferdy Sambo, Begini Kata Polisi
-
Siswa SMKN 1 Boedoet Dianiaya Guru Olahraga, Polisi Periksa Pihak Sekolah hingga Olah TKP
-
Guru SMKN 1 Boedoet Aniaya Anak Anggota TNI, Mantan Staf Ahok: Stigma SMK Sekolah Keras Harus Dihapus
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Jawab Tantangan Gubernur Pramono, Bank Jakarta Pasang Target Jadi Orkestrator Ekonomi Ibu Kota
-
Misteri Penemuan Torpedo Kuning di Pesisir Pulau Kangean
-
Azizah Salsha Ngamuk Dihujat Fans Internasional Gara-Gara Harry Styles
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
4 Rekomendasi Parfum Pria untuk Cuaca Panas, Aromanya Tidak Menyengat
-
7 Fraksi DPRD Kaltim Setuju Gulirkan Hak Angket Usut Kebijakan Rudy Mas'ud
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Menjelajahi Menara Galata: Ikon Istanbul dengan Panorama 360 Derajat
-
Miris! Peserta UTBK di Undip Tanam Alat di Telinga, Panitia Sampai Bawa ke Dokter THT