/
Kamis, 01 September 2022 | 09:23 WIB
Tangkapan layar antrian kendaraan di SPBU. (Instagram Medan Talk)

Deli.Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang santer dikabarkan akan naik pada, Kamis 1 September 2022, ternyata belum terbukti.

Kabar harga BBM naik yang berhembus di media sosial (Medsos) sejak, Rabu (31/8/2022) malam, bahkan membuat ramai pengendara mengantri karena khawatir adanya kenaikan harga.

Akan tetapi, faktanya harga BBM jenis Pertalite tetaplah sama seperti sebelumnya yakni Rp 7.650 per liter. 

Dilihat dari laman resmi Pertamina bahwa harga Pertalite di seluruh daerah Indonesia yakni Rp 7.650 per liter, sejak 1 September 2022. Artinya, belum ada kenaikan.

Tak ayal, atas tidak naiknya kenaikan harga BBM ini publik pun bereaksi. Ada yang menyampaikan kalau pengendara sudah kena prank kabar kenaikan BBM hingga rela antri hujan-hujanan demi mengisi minyak.

"Selamat kita kena prank," kata warganet @harixxxxxx di kolom komentar @medantalk.

'Yang ngantri panjang tadi malam kasian cok di prank mulu," kata warganet lainnya.

Meski begitu, ada juga warganet yang menyampaikan kalau harga BBM belum naik, bukan berarti tidak akan naik.

"Ingat ya teman-teman belum naik berarti akan ada kenaikan," ungkap netizen lainnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Kamis 1 September: Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

Sebelumnya, kabar kenaikan BBM subsidi pada Kamis (1/9/2022) dinihari pukul 00.00 WIB berdampak pada sejumlah SPBU di Medan ramai antrian kendaraan.

Tampak antrian kendaraan roda dua mengular dari depot pengisian BBM hingga ke pinggir jalan. Meski diguyur hujan, pengendara tetap rela mengantri untuk mengisi BBM. 

Dalam narasinya, pengunggah video menyampaikan kalau antrian kendaraan di SPBU ini karena adanya kekhawatiran kalau BBM akan naik, per 1 September 2022.

"Khawatir BBM naik besok, SPBU kota Medan dan sekitarnya terpantau ramai antrian padahal hujan deras," tulis keterangan di akun @medantalk.

Adapun sejumlah lokasi yang terpantau antrian panjang kendaraan diantaranya di Marelan, Marindal, Mandala, Titi Sewa, Tembung dan Laut Dendang.

Load More