Deli.Suara.com - Aktivis perempuan Irma Hutabarat menanggapi hasil penyelidikan Komnas HAM yang menyebutkan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diduga kuat melakukan kekerasan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Menurutnya, dugaan yang menuduh Brigadir J melakukan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi saat berada di Magelang, pada Kamis 7 Juli 2022, merupakan tuduhan yang tidak fair. Irma pun secara gamblang menyatakan tidak percaya Komnas HAM.
"Jadi ini bukan siapa yang menyanyikan, saya tidak percaya sama sekali apa yang dikatakan Komnas HAM," ujarnya seperti dilihat dari YouTube TvOneNews, Sabtu (3/9/2022).
Irma mengatakan harusnya dugaan telah terjadi kekerasan seksual terhadap Putri Sambo, juga memiliki bukti yang kuat.
"Karena yang namanya kekerasan seksual itu harus ada visum et repertum, kalau ada kekerasan seksual maka akan ada luka-luka akan ada sesuatu yang terjadi pada badannya yang harusnya diadukan pada saat itu juga," katanya.
Pendiri ICW ini juga mengingatkan kalau sebelumnya Putri Candrawathi telah berbohong dengan membuat laporan kasus pelecehan seksual yang ternyata laporan palsu.
"Jika kejadiannya di Magelang, maka itu harusnya sudah selesai di Magelang. Kita tidak boleh lupa dari awal Ferdy dan Putri ini memberikan laporan palsu, apa yang kita harapkan dari seorang pembohong," imbuhnya.
Masih Irma menyampaikan, kalau komisi dari seluruh dunia pun mengangkat dugaan kekerasan seksual yang menurutnya lagu yang sudah sumbang, tetap saja tidak berhasil bila tak ada bukti.
"Saya cuma ingin mengingatkan ini orang yang sudah mati, tidak bisa membela diri, ada orangtuanya yang tahu persis kalau anaknya itu anak yang baik anak yang sopan, anak yang menganggap putri itu putrinya sendiri," ungkapnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Sabtu 3 September: Medan, Karo, Binjai Diguyur Hujan
"Jadi apapun plot yang sedang kalian lakukan itu tidak akan bisa mengalahkan bukti-bukti dan juga saksi yang tidak ada satu orang pun yang bisa menyaksikan," sambungnya.
Irma pun heran dengan Komnas yang menyampaikan ke publik mengenai dugaan yang oleh polisi sendiri telah dihentikan laporannya.
"Kalau di Duren Tiga itu sudah gagal, kenapa harus menyanyikan lagu yang sama. Apa urusan Komnas HAM memberikan rekomendasi terhadap sesuatu yang sudah di SP3 dan memang itu bohong," jelasnya.
"Itu tidak fair untuk kasus yang sebesar ini lalu dijadikan urusan domestik sekitar ranjang," pungkasnya.
Diketahui, Komnas HAM dalam hasil penyelidikannya, menyampaikan bahwa pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi, istri diduga kuat dilakukan Brigadir J.
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J ke Putri terjadi pada Kamis 7 Juli 2022 di Magelang.
"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada saudari PC (Putri Candrawathi)," kata Beka saat konferensi pers di kantornya di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
Dugaan kuat itu, dinyatakan Komnas HAM berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Putri bersama Komnas Perempuan. Pada pemeriksaannya tersebut, Putri konsisten mengaku dirinya dilecehkan oleh Brigadir J.
Atas dugaan itu, Komnas HAM memberikan rekomendasinya ke Timsus Polri untuk kembali mendalami pengakuan Putri Sambo.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Adil! Istrinya Tak Ditahan, Ferdy Sambo Masih Punya Pengaruh di Polri?
-
Tulisan Diduga Milik Bharada E Beredar di Tiktok, Minta Penyidik Segera Gali Keterangan dari Istri Ferdy Sambo
-
Kompol Baiquni Wibowo Melawan, Ajukan Banding Usai Diberhentikan Tidak Hormat
-
Susul Ferdy Sambo dan Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo Diberhentikan Tidak Hormat
-
Mabes Polri Tanggapi Surat Ferdy Sambo yang Diunggah Istri Brigjen Hendra Kurniawan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya