/
Rabu, 07 September 2022 | 18:50 WIB
Brigadir J dan Bharada E (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Tiga dari lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J telah dinyatakan jujur dalam pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi kebohongan. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi di Puslabfor, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada hari yang sama.

Namun, belajar dari pengalaman, akankah Bharada E, Bripka RR dan Kuat Ma’ruf akan bernasib sama dengan Jesica Kumala Wongso dalam kasus kopi sianida?

Mengingatkan, Jesica Kumala Wongso juga sempat menjalani tes lie detector dalam kasus pembunuhan Mirna Salihin. Kala itu ia ditanya apakah dirinya yang melakukan pembunuhan dengan kopi sianida.

Jesica membantan dan hasil dari tes lie detector-nya jujur. Namun, ia tetap dijadikan terpidana atas pembunuhan yang menewaskan Mirna dengan vonis hukuman penjara 20 tahun.

Lalu bagaimana dengan tiga tersangka pembunuhan Brigadir J yang juga sudah melakukan tes menggunakan lie detector? Akankah mereka juga menerima hukuman atas keterlibatannya dalam pembunuhan Brigadir J?

Dalam kasus Jesica Wongso, Irjen Purn Aryanto Sutadi mengatakan bukti uji kebohongan tidak efektif. Menurutnya, orang yang pandai berbohong pasti akan mudah mengelabui mesin tersebut.

Ia juga menjelaskan karena hasil lie detector itu dapat dimanipulasi, maka tidak akan dipakai dalam persidangan. Dengan kata lain, Bripka RR dan Kuat Ma’ruf mungkin masih terjerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsider pasal 338 tentang pembunuhan juncto pasal 55 dan psaal 56 KUHP, seperti halnya Jesica Wongso.

Diketahui, lie detector adalah sebuah perangkat elektronik yang mengukur perubahan respons tubuh seseorang saat diberikan sejumlah pertanyaan terkait kasus yang melibatkannya.

Cara kerjanya dengan mengukur perubahan kondisi tubuh, seperti helaan napas, denyut jantung, tekanan darah, hingga peningkatan keringat.

Baca Juga: Nestle Kucurkan Dana Rp3,2 Triliun untuk Bangun Pabrik Baru di Kabupaten Batang

Ada sejumlah sensor yang dipasang di tubuh objek pemeriksaan, seperti jari-jari tangan, perut, lengan dan dada untuk mengukur semua parameter perubahan fisiologis sepanjang interogasi.

Sumber: Suara.com 

Load More