Setelah pantangan itu dipatuhi, baru boleh untuk memasuki tempat lahirnya raja itu.
Di sini pengunjung akan melihat batu gamping yang sudah berumur sekitar 250 juta tahun yang silam atau zaman Mesozoitum.
Untuk masuk ke tempat ini, terlebih dahulu membuka sandal. Turun ke bawah, terdapat gua kecil yang dipercaya tempat lahir Sisingamangaraja.
3. Istana Sisingamangajara
Tak pas rasanya, tidak berkunjung ke Istana Sisigamangajara. Bisa dikatakan, bagaikan makan sayur tanpa garam.
Untuk menuju ke sana, jarak antara tempat kelahiran dan Istana Sisigamangaraja cukup jauh. Butuh sekitar 20 menit berkendara agar sampai di tempat singgasana Sisigamangaraja di Desa Sinambela.
Sebuah gapura besar bertuliskan “Horas” sebagai penanda masuk ke istana. Dari pagar ini, memang hanya kelihatan tangga saja, belum kelihatan keindahan istana.
Namun, terus menaiki tangga batu ini, barulah kelihatan kemegahan empat rumah Bolon tersebut. Serta memiliki halaman yang cukup luas.
Penjaga Istana Sisingamangajara, Hileria Boru Sinambela mengisahkan, kerajaan ini sempat dibakar oleh Belanda saat massa peperangan pada tahun 1883.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Ini Rinciannya
Konon katanya, pada tahun 1907 ibu Sisingamangaraja dan Sisingamangajara XII gugur dalam menda pertempuran. Hal hasil tempat ini cukup lama ditinggal.
“Kemudian setelah Indonesia merdeka, lalu diteempati lagi, dan dilakukan renovasi besar-besaran tahun 1980an,” ucap generasi Sisinganmangaraja ke 14 ini.
Katanya, ada juga tempat pemakaman yang diyakini Sisingamangajara I-XI (Ke 12 berada di Balige) sebagai tempat perziarah. Ada kisah yang unik dan dapat menjadi pembelajaran bagi wisatawan yakni Batu Siungkap-ungkapun.
“Batu ini merupakan sebagai penanda bagi para petani padi untuk menentukan beras warna apa yang dihasilkan merah atau putih,”ucapnya.
Jika padi itu dihinggapi semut berwarna merah, secara otomatis beras yang dihasilkan menjadi warna merah. Namun, jika semut itu berwarna hitam, hasil beras tersebut menjadi putih.
“Kebiasaan rakyat Bakkara ini sudah turun temurun, hanya saja di zaman sekarang semakin ditinggalkan. Untuk itu, kami ingin menggalakkan cerita rakyat ini,” tambahnya.
4. Batu Lubang
Setelah mengetahui sejarah singkat Sisingamangaraja dan istana indahnya, namun jangan lupa melihat kehidupan rakyatnya. Di Lubang Batu, Desa Tipang Mas sebagai saksi sejarah kehidupan masyarakat di zamannya.
Jarak dari istana ke Lubang Batu tak terpaut jauh. Hanya saja, agar mengetahui tempat ini harus berjalan kaki menyurusi perkebunan warga sekama 10 menit lamanya.
Setelah sampai, terlihat dua rumah Bolon yang sudah cukup usang warnanya. Diyakini, rumah ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Kabarnya, cat yang digunakan adalah beradal dari batu-batuan yang dilembur menjadi sebuah cat.
Di dekat rumah itu, ada sebuah kuburan batu berwarnah putih dengan bentuk patung.
Ternyata, tempat ini adalah diyakini kuburan Opu Raja Julu, yang sejak 300 tahun yang silam telah ada. Kuburan ini dianggap asli, karena pemakamannya memakai batu asli yang sudah berusia ratusan tahun lalu, dan tulang-tulang masih ada di dalam.
Tak kalah menariknya melihat Batu Lubang yang tak jauh dari kuburan tersebut. Tempat ini dulunya diyakini adalah tembok perkampugan dengan luas berdiameter 300 meter x 6 meter. Dulunya, berfugsi sebagai penahan dari perlawanan penjajah Belanda.
5. Air Terjun Janji
Dari pinggir jalan, suara gemericik air terjun sudah memanggil kita. Naik tangga, sebuah air terjun yang panjangnya sekitar 40 meter diapit oleh bukit-bukit sabana telah menyapa kita.
Sedikit menyentuh air terjun, sudah membuktikan rasa kesegarannya. Wisatawan terutama yang tinggal di Dolok Sanggul sering berkunjung di air terjun ini.
6. Desa Simangulampe
Di tempat ini juga dapat menikmat indahnya pinggiran Danau Toba di dermaga. Bagi yang suka memancing, tempat ini cukup spot yang cukup baik, atau sekedar menikati sejuknya udara pinggiran pantai danau. Bagi yang suka berenang boleh juga, sebagai merasakan sejuknya air danau vulkanik terbesar di dunia ini.
Reporter: Beni Nasution
Tag
Berita Terkait
-
Sambut G20, Candi Borobudur Dihias jadi Warna-Warni
-
Gowes Menyusuri Kawah Gunung Api Terbesar Dunia di Danau Toba, Pecinta Sepeda Wajib Coba
-
Prakiraan Cuaca Pelabuhan Merak dan Pantai Wisata Banten Sabtu 10 September 2022: Siang Diprediksi Hujan
-
Kembangkan Wisata Hutan, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Gelar Diskusi Bersama Penggiat Medsos
-
Berapa Biaya Imigrasi untuk Turis yang Datang ke Thailand?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Pasokan Minyak Dunia Terguncang Parah Akibat Serangan AS ke Dekat Selat Hormuz
-
5 Cushion Terlaris di TikTok, Penjualannya Tembus Jutaan Produk
-
Usai Minta Rincian Penggunaan Nafkah, Ruben Onsu Klaim Mulai Dipersulit Bertemu Anak
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel
-
Pertamax Naik, Warga Riau Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam
-
Waspada Jalur Lengang Pakansari! Kecelakaan Tunggal Rabu Dini Hari Tewaskan Dua Orang
-
Tayang Juli 2026, Drama Thriller A Bona fide Killer Ungkap Jajaran Pemain
-
Tiket Suporter Mendadak Hangus! Cara AS Bikin Iran Pulang Lebih Awal dari Piala Dunia 2026?
-
Voicemails for Isabelle, Film Romcom Terbaru Netflix yang Dijamin Bikin Baper
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?