/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:11 WIB
Tangkapan layar kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Istimewa)

Deli.Suara.com - Kabar duka datang dari dunia sepakbola di Indonesia, Sabtu (1/10/2022) malam tadi, pertandingan Liga 1 yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, berujung rusuh.

Kerusuhan ini membuat polisi menembakan gas air mata, hingga penonton berdesakan ke pintu keluar, hingga membuat 127 orang meninggal lemas karena kekurangan oksigen.

Anggota DPR RI Komisi X Syaiful Huda mengecam keras kejadian ini yang disebutnya sebagai tragedi kemanusiaan. Ia pun meminta agar tragedi yang merenggut nyawa seratusan orang ini diusut tuntas.

"Ketika kita semua pihak bisa jernih bisa jernih melihat berbagai peristiwa sebelum-sebelumnya yang mestinya bisa diantisipasi dengan baik, karena itu saya meminta agar tragedi ini diusut sampai tuntas dan harus ada yang bertanggung jawab," ujarnya lewat akun Instagram @syaifulhooda, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut, Syaiful juga meminta agar kompetisi liga 1 dihentikan sampai batas waktu tertentu.

"Yang kedua kita minta kompetisi liga 1 ini dihentikan sampai dengan batas waktu tertentu dan belum dipastikan pekan depan," katanya.

"Ukurannya adalah satu kompetisi Liga 1 baru bisa digelar ketika sudah ada perubahan dan evaluasi dalam proses penyelenggaraan yang sesuai dengan standar FIFA," sambungnya.

Syaiful juga menyampaikan kepada PSSI agar keselamatan penonton sepak bola di stadion harus menjadi prioritas kedepannya.

"Yang ketiga saya minta kepada federasi dalam hal ini PSSI dan penyelenggara PT LIGA untuk mempublikasi terlebih dahulu setiap proses alur pengamanan sejak suporter datang, akses pembelian tiket," tukasnya.

Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp 13.900 per Liter

Sebelumnya, diberitakan sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, menyebutkan dua dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut merupakan anggota Polri.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang; dua diantaranya adalah anggota Polri," kata Nico di Malang.

Dia menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurut Nico, sesungguhnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan awalnya berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Load More