/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:13 WIB
Fans Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa untuk mengenang tragedi Kanjuruhan. (Twitter/@eurofootcom.)

Deli.Suara.com - Tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa seratusan nyawa menyisakan duka mendalam bagi pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Termasuk dari fans klub Bayern Muenchen, yang membentangkan spanduk raksasa bertuliskan pesan kritik terhadap aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan.

Spanduk itu dibentangkan dalam laga  Bayern Munich vs Viktoria Plzen, Rabu (5/10/2022). 

Spanduk yang dibentangkan fans Bayern Muenchen di tribun penonton itu bertuliskan "Lebih dari 100 Orang Dibunuh Polisi. Kami Mengenang Orang-orang yang Meninggal di Kanjuruhan."

Aksi suporter Bayern Munich kian menambah dukungan insan sepak bola dunia atas tragedi mengerikan yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu.

Sebelum membentangkan spanduk berisi protes terhadap aparat, seluruh pemain dan ofisial Die Roten serta Plzen sama-sama mengheningkan cipta untuk para korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan.

Publik di Indonesia langsung merespon positif dukungan yang diberikan fans Bayern atas tragedi Kanjuruhan. Hingga Rabu siang ini, keyword Bayern menjadi trending topik di Twitter.

"Ini tragedi kemanusiaan yang disorot dunia. Saat laga piala Champion semalam fans Bayern Munich membentangkan spanduk mengenang korban," ujar warganet @ panc**** di Twitter. 

"Peringatan untuk tim independen agar membuka seterang-terangnya siapa yang memerintahkan penembakan gas air mata di stadion? Jangan ditutupi!," ungkap warganet di Twitter.

Baca Juga: Selain Indonesia, Ini 4 Negara ASEAN Diprediksi Lolos dari Resesi

Sementara ada juga warganet yang mengatakan tragedi Kanjuruhan membuat citra Indonesia semakin jelek di mata dunia.

"Gokil nih Bayern Muenchen.. 
mau ditaruh dimana muka Pak @jokowi ? Gimana ini cara Ade Armando melawannya ya?," kata warganet lainnya.

"Disorot dunia ! Semoga semua diusut tuntas dengan transparan. Jika perlu melibatkan FIFA untuk ikut menginvestigasi. Semoga ini menjadi yang terakhir bagi dunia sepakbola tanah air," tambah @hilmi**.

Load More