Deli.suara.com - Kekhawatiran ancaman resesi global terus mengalami peningkatan. Meski begitu, ternyata masih ada negara yang ekonominya akan tetap aman dari jerat resesi. Negara-negara tersebut, diprediksi akan tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik.
Beberapa waktu lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memang memberikan peringatan terkait kemungkinan adanya negara yang jatuh ke jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya akan tumbuh 2,9% pada tahun 2023.
Di tengah ancaman resesi ini, Bank Pembangunan Asia (ADB) masih melihat negara berkembang yang ada di kawasan Asia akan tetap bisa melanjutkan pemulihan. Berikut ini negara-negara yang diprediksi mampu selamat dari jerat resesi.
1. Filipina
Pada tahun 2023, Filipina diproyeksikan akan mencetak pertumbuhan hingga 6,3%. Beberapa hal yang mempengaruhi pemulihan ekonomi di Filipina diantaranya, kasus Covid-19 yang mengalami penurunan, hingga mobilitas masyarakat yang mulai pulih.
2. Kamboja
Menurut ADB, pertumbuhan ekonomi Kamboja pada tahun 2023 dari 6,2%, sebelumnya lebih besar yakni 6,5%. Hal ini dipicu karena pertumbuhan global yang lebih lemah.
Meski terjadi penurunan, pertumbuhan ekonomi di Kamboja diprediksi akan berada di area yang tinggi. Beberapa faktor pendongkraknya seperti kinerja manufaktur yang kuat, mulai dari produksi alas kaki hingga garmen.
3. Indonesia
Baca Juga: Benarkah Kandungan Polikarbonat pada Galon Lampaui Ambang Batas? Begini Kata Pakar
Indonesia menjadi negara dengan wilayah paling luas di ASEAN. Kekhawatiran terkait resesi jelas adanya, namun ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 5%. Meski sebelumnya diproyeksikan sebesar 5,2%, artinya ada pemangkasan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
4. Malaysia
Penurunan proyeksi juga terjadi di negeri Jiran, dari 5,4% menurun menjadi 4,7% pada tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi di Malaysia, lebih baik dari negara yang berada didekatnya yakni Singapura dan Brunei Darussalam. Pertumbuhan ekonomi kedua negara tersebut masing-masing diprediksi hanya tumbuh 3% dan 3,6% pada tahun 2023.
5. Vietnam
Vietnam diprediksi akan menjadi negara yang paling bisa bertahan dari jerat resesi pada tahun 2023. Perkiraan pertumbuhan ekonomi Vietnam menurut ADB akan tumbuh sebesar 6,7%. Perekonomian Vietnam menunjukan kinerja yang cukup baik, di tengah ketidakpastian global.
Ancaman resesi pada tahun 2023 memang menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara. Banyak negara yang diprediksi akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonominya. [YUD]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga