/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 19:32 WIB
Korban saat membuat laporan di kantor polisi. (Beni Nasution)

Deli.Suara.com - Sejumlah pria mengaku polisi mencoba melakukan pencurian sepeda motor milik Benny Sembiring (36) di kawasan Kampung Lalang, Jalan Gatot Subroto Medan Sunggal, Rabu (5/10/2022) malam. 

Modus pelaku mencoba merampas sepeda motor korban dengan cara hendak membeli lewat aplikasi Facebook.

"Saya menjual sepeda motor di facebook, lalu kami chat WA untuk ketemu di Kampung Lalang. Terus mereka (pelaku) awalnya datang berdua," ungkap korban kepada wartawan, di Polrestabes Medan, Kamis (6/10/2022).

Benny mengatakan setelah mereka bertemu, kedua orang tersebut lalu mengecek kendaraan korban dengan alasan untuk memastikan kondisi barang yang hendak dibeli.

Tak lama berselang, datang satu unit mobil menghampiri korban. Salah seorang diantaranya lalu turun dan langsung hendak membawa sepeda motor korban.

"Ketika turun, pria yang mengaku polisi itu mengancam akan membawa sepeda motor tersebut ke Polda Sumut," katanya.

Karena merasa surat-surat kendaraannya lengkap, Benny bersikeras agar pelaku tidak membawa sepeda motornya.

"Karena mereka mengancam, saya telepon teman saya dan meminta kepada mereka KTA sebagai bukti polisi. Namun, tidak ditunjukkan. Tapi, ada satu orang berbadan gempal kulit hitam ada menunjukkan KTA, cuma nggak tahu namanya," jelasnya.

Ketegangan pun mulai terjadi, para pelaku terus ngotot hendak membawa sepeda motor tersebut. Hanya saja korban bertahan dan dibantu oleh keluarganya untuk tidak dibawa kabur. 

Baca Juga: Cara Download Lagu di YouTube, Mudah, Praktis dan Gratis

Dalam situasi pelik itu, korban lal mengeluarkan ponsel dan kemudian memfoto pelaku yang mencoba merampas sepeda motornya.

"Nah, setelah saya foto mereka marah dan langsung kabur. Tapi STNK dan kunci masih mereka pegang," ujarnya.

Benny melanjutkan anak dan istrinya sampai ikut membantu memberhentikan mobil yang dibawa pelaku. Akibatnya, sang anak yang masih kecil jatuh terhempas mobil pelaku.

"Saya dan anak terpental 5 meter karena ditabrak. Lalu mereka mencampakkan STNK dan kunci itu kemudian kabur," ucapnya. 

Atas kejadian itu, anak Benny mengami luka dibagian lutut, kaki dan siku tangan. Kemudian mereka melakukan visum rumah sakit untuk dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Jadi ada dua laporan polisi yang kami buat yaitu kasus percobaan pencurian dan penganiayaan terhadap anak," pungkasnya.

Load More