- Pemerintah Kolombia menawarkan hadiah 5 miliar peso untuk informasi penangkapan pemimpin pemberontak bernama Marlon atas keterlibatannya dalam serangan.
- Serangan bom di Jalan Raya Pan-Amerika, wilayah Cauca, mengakibatkan 20 warga sipil tewas dan menghancurkan sejumlah kendaraan.
- Presiden Gustavo Petro mengerahkan tambahan pasukan militer untuk menindak kelompok pemberontak pecahan FARC yang bertanggung jawab atas ledakan.
Suara.com - Pemerintah Kolombia menawarkan hadiah fantastis sebesar 5 miliar peso atau sekitar 1,4 juta dolar AS (Rp23 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin pemberontak berjuluk Marlon.
Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sánchez menuding Marlon, yang bernama asli Iván Jacob Idrobo Arredondo, sebagai otak di balik serangan bom mematikan di Jalan Raya Pan-Amerika pada Sabtu lalu. Ledakan itu menewaskan 20 warga sipil dan menghancurkan sejumlah kendaraan di lokasi.
“Hadiah ini adalah yang terbesar yang pernah ditawarkan Kolombia,” kata Sánchez dilansir dari BBC.
Serangan bom itu disebut sebagai salah satu yang paling mematikan terhadap warga sipil dalam beberapa dekade terakhir.
Gubernur Cauca Octavio Guzmán menyebutnya sebagai serangan paling brutal dan tanpa belas kasihan terhadap penduduk sipil dalam beberapa dekade.
Menurut pemerintah, Marlon merupakan bagian dari kelompok bersenjata pimpinan Iván Mordisco, pemimpin pemberontak paling dicari di Kolombia.
Mordisco adalah mantan anggota kelompok gerilya FARC yang menolak perjanjian damai 2016 dengan pemerintah.
Kelompok tersebut diketahui terlibat dalam perdagangan narkoba, pemerasan, hingga penambangan ilegal. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut para pelaku sebagai teroris, fasis, dan pengedar narkoba serta memerintahkan tambahan pasukan dikerahkan ke wilayah terdampak.
Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum pemilu presiden Kolombia pada 31 Mei 2026.
Baca Juga: Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS
Kandidat dari kubu kiri yang didukung Petro, Iván Cepeda, saat ini memimpin sejumlah survei dengan agenda negosiasi damai yang lebih intens terhadap kelompok pemberontak.
Serangan mematikan terjadi di Jalan Raya Pan-Amerika, wilayah Cauca, selatan Kolombia yang menewaskan 20 orang dan 36 lainnya luka-luka.
Rekaman dari lokasi menunjukkan kendaraan hancur terbalik, puing berserakan, serta kawah besar menganga di badan jalan akibat ledakan dahsyat.
Saksi mata mengatakan kekuatan ledakan begitu besar hingga membuat orang-orang terpental beberapa meter.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menuding kelompok pemberontak pecahan FARC sebagai dalang serangan tersebut.
“Mereka yang melakukan serangan ini adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba,” kata Petro.
Selain bom utama di jalan raya, otoritas melaporkan serangkaian serangan kecil lainnya di Cauca sejak Jumat. Salah satunya menyasar pangkalan militer di kota Cali dan melukai dua orang.
Berita Terkait
-
Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan