Deli.Suara.com – Komisi Yudisial (KY) mengirimkan sebanyak enam orang untuk memantau langsung jalannya sidang perdana Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).
Selain memantau langsung, keenam orang utusan dari Komisi Yudisial itu juga akan memantau melalui kamera yang dipasang di ruang persidangan.
“Ada dua tim, satu tim tiga orang. Jadi ada enam orang,” ucap Wakil Ketua Komisi Yudisial, M Taufig di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
M Taufiq menuturkan, pemantauan ini dilakukan hingga tahap putusan pengadilan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan hakim melaksanakan tugasnya sesuai Undang-Undang dan etik. “Pemantauan akan dilakukan sampai putusan,” katanya.
Sidang perdana Ferdy Sambo Cs dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 10.00 WIB. Sidang terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini dipimpin oleh Wakil Ketua PN Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santosa selaku majelis hakim.
Sementara hakim anggota diisi oleh Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono.
Dalam kasus ini, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Keempat tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.
Sedangkan untuk tersangka Bharada E alias Richard Eliezer, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan rencananya akan menggelar sidang perdana besok, Selasa (18/10/2022). Bharada E diketahui merupakan anak buah Ferdy Sambo yang diduga diperintahkan untuk menembak Brigadir J.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Ketat! Ferdy Sambo Diangkut Kendaraan Rantis Lengkap Dijaga Brimob Berseragam Loreng Saat Tiba Di PN Jaksel
-
Tiba Di PN Jaksel, Ferdy Sambo Bawa Buku Catatan Hitam Dan Berkas Bersampul Merah
-
Komisi Yudisial Terjunkan Enam Orang Awasi Sidang Perdana Ferdy Sambo Cs
-
Indah Pada Waktunya! Ketika Jenderal Bintang Berguguran, Karir Krishna Murti Malah Melesat
-
Melihat dengan Jelas Kasus Ferdy Sambo CS, dan Upaya-upaya Meringankan Hukuman Sang Jenderal
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik dari Bahan Plastik Organik
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
MBG dan Pergeseran Peran Psikologis Orang Tua
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
-
Kapan Gaji ke-14 ASN Cair? Simak Jadwal serta Besarannya
-
Fitur 4x4 Pick Up India untuk Mobil Koperasi Desa Merah Putih Bakal Jadi Pajangan Saja?
-
Film Tensura: Tears of the Azure Sea Umumkan Jadwal Tayang Bioskop Global