Depok.suara.com - Bagi Krishna Murti istilah indah pada waktunya sepertinya kini telah terjawab. Ketika sejawatnya para jenderal polisi berguguran dicopot dari jabatannya oleh Kapolri, karirnya malah melesat.
Ketika karirnya dianggap tersendat,
Krishna Murti kini menyandang jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) Pol, dari sebelumnya yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Padahal sebelumya dirinya ditinggal jauh oleh rekan satu liting bahkan bawahan dia.
Kini Krishna Murti yang mendapatkan pangkat jenderal bintang dua, bisa satu level dengan kawan liting dia sebagai lulusan Akpol Semarang 1991 yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Selain itu dirinya juga mampu menjawab pertanyaan yang dialamatkan kepadanya, di mana ia kalah dengan bawahannya saat ada di Polda Metro Jaya, yakni Ferdy Sambo.
Pasalnya mantan Kadiv Propam tersebut secara mengejutkan menyalip karir bintang jenderal dari Krishna Murti. Bahkan menduduki jabatan penting sebagai Kadiv Propam Polri. Tapi kini Sambo dipecat dari kepolisian akbat kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Di sisi lain jenderal bintang lainnya yang berguguran ada dua Mantan Kapolda Jatim yakni Irjen Pol Nico Afinta dicopot dan dialihkan ke Mabes Polri.
Kemudian Irjen Irjen Teddy Minahasa Putra, yang baru saja dua hari menggantikan Nico Afinta batal dilantik, sebab ditangkap mabes Polri setelah tersandung kasus narkoba.
Sebelumnya, dalam Surat Telegram Polri yang diterbitkan pada Jumat (14/10/2022), nama Krishna Murti rupanya menggantikan Inspektur Jenderal Pol. Johanis Asadoma yang ditugaskan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur.
Mendapat kenaikan pangkat dan jabatan disyukuri Krishna Murti seperti yang dia ucapkan dalam akun Instagram pribadinya.
Baca Juga: Melihat dengan Jelas Kasus Ferdy Sambo CS, dan Upaya-upaya Meringankan Hukuman Sang Jenderal
"Alhamdulillah. Semua karena kuasa Allah SWT," tulis caption Instagram dia @krishnamurti_bd91, pada Sabtu (15/10/2022).
Jabatan Krishna Murti dinaikan oleh Kapolri dipercaya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri.
Ia sebelumnya menjabat Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divhubinter Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjend).
Selain itu secara karir posisi, pencetus istilah Turn Back Crime ini juga diamanahi oleh Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri.
Sebelumnya, Krishna Murti menjabat Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divhubinter Polri.
Profil Irjen Pol Krishna Murti
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera