Deli.suara.com - Balneoterapi atau balneotherapy adalah terapi perawatan menggunakan air panas mineral sulfur (belerang) serta gas limpur vulkanis.
Dilansir dari YakinSehat.id, terapi dengan sumber air panas mineral ini besar manfaatnya untuk memberikan relaksasi, sekaligus mengatasi berbagai gangguan kulit, nyeri persendian dan cedera olahraga.
Terapi Balneoterapi menggunakan air panas yang diambil dari air pada sistem panas bumi. Air mineral ini mengandung beberapa ion yang penting, diantaranya kation Na, K, Ca, dan Mg serta anion SO4, Cl, dan HCO3 melebihi 1 gram/liter.
Dalam prakteknya air mineral ini harus bebas bakteri karena beberapa elemen tadi akan diserap melalui kulit dan akan menjadi zat kekebalan tubuh yang aktif yang akan memainkan peranan penting dalam metabolisme dan mekanisme mineral dalam tubuh.
Sedangkan panas yang dibutuhkan oleh balneoterapi ini minimal sebesar 20°C yang dihasilkan dari mata air alami ataupun diambil langsung dari air sumur geotermal.
Balneoterapi ini sebenarnya masih cukup sulit untuk dipelajari karena biasanya menjadi bagian dari terapi spa di banyak negara.
Namun efek dari adanya balneoterapi ini dapat dirasakan dengan melakukannya secara rutin. Kualitas adanya balneoterapi ini akan maksimal apabila dipadukan dengan spa.
Orang yang melakukan spa, tidak hanya mendapatkan fasilitas berendam secara metode balneoterapi tapi akan mendapatkan hal lain seperti pijat, elektroterapi, dan olahraga yang tentunya akan menambah kualitas dari perawatan ini.
Ditinjau secara medis, perawatan ini akan berjalan apabila dilakukan secara rutin minimal dalam tempo 2-3 minggu sekali.
Baca Juga: 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan saat Galau Akibat Patah Hati
Sebuah penelitian dari beberapa dokter di rumah sakit luar negri menerangkan bahwa adanya metode balneoterapi di beberapa rumah spa selain bisa untuk sebagai refleksi syaraf untuk mencari ketenangan secara psikologis tetapi juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Penyakit yang dapat disembuhkan dengan berendam menggunakan metode balneoterapi ini diantaranya adalah ostreoartritis, fibromyalgia, sakit punggung kronis, arthritis psoriatis dan rheumatoid arthritis.
Namun parameter kesembuhan ini hanya bisa dicapai dengan perawatan jangka panjang. Tetapi hampir semua penelitian di rumah sakit menunjukkan adanya kemajuan percepatan waktu penyembuhan antara pasien yang menggunakan balneoterapi sebagai media penyembuhan bagi penyakit mereka dan yang tidak.
Dari studi balneotherapy ini juga tidak didapat adanya efek samping buruk yang serius.
Dengan begini berarti di indonesia sistem ini dapat dikembangkan dengan mudah dan lebih murah dibandingkan dengan yang telah dikembangkan di Eropa semisal di Belanda.
Di sana mereka mendapatkan air hangat dengan menggunakan alat pemanas, yang berarti harus mengeluarkan biaya dalam hal ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Dukung Kelancaran Mudik Lebaran, BRI Siapkan 19.657 ATM dan Posko Mudik BRImo 2026
-
Gandeng Pihak Swasta, Lebih dari 16.000 Masyarakat Nikmati Mudik Gratis ke Jawa Tengah
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFA dan Sekolah Daring
-
Penolakan Demiane Agustien Bela Timnas Indonesia, Kelak Bakal seperti Emil Audero?
-
Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, BRI Hadirkan Posko BRImo di 5 Rest Area
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Tak Berkutik! Ini Wajah Komplotan Sadis Penyekap dan Penyiksa Lansia di Cileungsi Bogor