Deli.suara.com - Menyusul kekuatiran perihal kasus kematian anak di Gambia, Afrika yang mengkonsumsi obat sirup. Berikut ulasan terapi akupuntur untuk menyembuhkan demam bagi anak-anak maupun orang dewasa, tanpa obat seperti paracetamol.
Sebeleumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan rekomendasi kewaspadaan dini terkait temuan kasus kematian puluhan anak di Gambia, Afrika yang diduga karena mengkonsumsi obat sirup yang terkontaminasi dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar pemerintah Indonesia menghindari sementara penggunaan obat paracetamol sirup dalam praktik penyembuhan penyakit khususnya pada golongan anak.
Akupuntur Berkhasiat Menyembuhkan Demam
Dilansir dari YakinSehat.id, pada dasarnya, anak atau orang dewasa yang mengalami demam tidak memerlukan obat-obatan. Kecuali jika memang ia merasa kurang nyaman atau memiliki riwayat kejang demam.
Suhu tubuh normal pada umumnya sekitar 37°C, meskipun terkadang setiap orang akan memiliki suhu yang berbeda. Ini tergantung banyak hal, mulai dari cuaca, waktu, aktivitas dan sebagainya. Seseorang mengalami demam apabila suhunya meningkat menjadi 38°C lebih.
Demam bisa sebagai pertanda tubuh Anda sedang melawan beberapa jenis penyakit yang mendasarinya dan seringkali merupakan gejala infeksi. Infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan demam.
Akupuntur saat ini banyak direkomendasikan untuk berbagai pengobatan termasuk demam dan alergi.
Pengobatan ini memang rendah efek samping sehingga bisa dimanfaatkan lebih maksimal. Akupuntur yang berasal dari China ini telah digunakan ribuan tahun yang lalu. Keefektifannya sampai sekarang masih terus dirasakan oleh banyak orang.
Baca Juga: 5 Alasan Mesti Pergi ke Natuna Untuk Berlibur, Bukan Cuma Alamnya yang Indah
Sebagian orang mungkin akan menganggap sakit pada saat terapi akupuntur berlangsung. Akan tetapi, pada kenyataannya rasa sakit yang muncul tidak terlalu besar. Justru akan timbul rasa nyaman dan rileks pada saat menjalani terapi akupuntur.
Anda bisa mencoba akupuntur bersama praktisi yang sudah berpengalaman. Hal ini bertujuan agar manfaat akupuntur benar dirasakan.
Studi mereka terhadap 175 orang dengan hay fever menunjukkan mereka yang diobati dengan akupuntur mengalami penurunan gejala bersin dan gatal yang lebih besar daripada anggota kelompok sham-treatment.
Kelompok sham-treatment tetap dilakukan tusukan jarum akupunktur, tetapi hanya secara dangkal dan tidak pada titik akupunktur yang benar.
Kualitas hidup juga meningkat selama 12 sesi, percobaan empat minggu. Para peneliti mengatakan efek menguntungkan bertahan di luar fase pengobatan, dengan mereka yang dirawat melaporkan gejala membaik 4 minggu setelah sesi akupunktur berakhir.
“Berdasarkan temuan ini, pengobatan akupunktur nyata yang diberikan dalam uji coba ini direkomendasikan untuk diberikan pramusim, untuk pengendalian gejala selama puncak musim serbuk sari,” tulis mereka dalam Annals of Allergy, Asma and Immunology, sumber mydr.com.au.
Berita Terkait
-
Kabar Jogja Hari Ini: RSUP Dr Sardjito Ungkap Penyebab Meninggalnya 6 Anak yang Gagal Ginjal Akut, Uang Rp80 Juta Raib
-
Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup di Indonesia Terkontaminasi Etilen Glikol, Biang Kerok Penyebab Gangguan Ginjal Akut Anak
-
Heboh Daftar Obat Sirup Mengandung Senyawa Berbahaya, Ini Kata Kemenkes
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?