/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 14:32 WIB
Ganjar Pranowo (kanan), di kantor DPP PDIP Jakarta saat menerima sanksi teguran lisan. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com - Kritikus Faizal Assegaf menilai langkah PDIP memberikan sanksi kepada Ganjar Pranowo tidak mengherankan demi menyelamatkan partai berlambang banteng itu dari tekanan politik.

Tekanan politik ini, kata Faizal dilakukan oleh presiden Joko Widodo dan buzzer istana. Bahkan menurutnya, tekanan-tekanan ini dilakukan untuk melucuti pengaruh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP Puan Maharani.

“Tensi kian panas, upaya melucuti pengaruh Bu Mega dan menyudutkan Puan terus dialirkan secara masif dan liar,” tulis Faizal di akun Twitternya, Rabu (26/10/2022). 

“Sebagai reaksi, PDIP melontarkan teguran keras kepada Ganjar. Tersirat peringatan serius bu Mega pada Jokowi dan buzzer Istana. Sikap bu Mega tepat dan berwibawa,” lanjutnya.

Faizal menilai langkah-langkah terselubung kubu Jokowi, termasuk Ganjar, membuat basis loyalis trah Soekarno mulai gerah. Pasalnya, bisa jadi pencapresan Ganjar merupakan bagian skenario mengambil alih kepemimpinan PDIP dari tangan Megawati.

Faizal justru memuji PDIP, dalam hal ini Megawati yang konsisten memberikan dukungannya terhadap Puan. Justru hal ini membuat publik menilai langkah PDIP tidak ugal-ugalan, serta cenderung sejuk dan elegan.

“Upaya ibu Mega untuk sementara terlihat efektif menyelamatkan PDIP yang makin nyaris dibajak oleh tekanan liar buzzer Istana,” tutur kritikus yang pernah berkonflik dengan Menteri  Erick Thohir tersebut.

“Bila ikhwal itu dipertahankan, tentu skenario mengambil alih kepemimpinan PDIP oleh Jokowi melalui pintu masuk pencapresan Ganjar gagal total,” tandasnya.

Sementara itu, meskipun sudah menerima teguran lisan dari Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komaruddin Watubun didampingi Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto ketika mengklarifikasi, Ganjar Pranowo tetap tidak menarik pernyataan sikapnya.

Baca Juga: Deni Sumargo Ngaku Pernah Diselingkuhi, Respon Ayu Ting Ting Tak Terduga

Ganjar mengaku memegang prinsip kader harus selalu siap dengan apapun keputusan partai. “Saya orang diklat. Semua kader mesti siap apapun,” tegas Ganjar.

Walau begitu, Ganjar menegaskan pihaknya tetap menerima teguran sebagai bentuk kedisiplinan kader partai. Ganjar juga mengaku siap menerima keputusan apapun yang ditetapkan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

“Tetapi semua keputusan ada di Ketua Umum dan itu adalah keputusan kongres yang semua kader harus ikut,” katanya.

“Kami mendapatkan peringatan, tentu sebagai kader kami terima. Ini juga bagian dari disiplin yang tadi disampaikan Pak Hasto,” imbuhnya. 

Sumber: Suara.com 

Load More