Deli.suara.com – Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman mati karena kasus korupsi yang dilakukannya. Benny dianggap terbukti bersalah karena ia telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus PT ASABRI yang tentunya merugikan negara sebanyak Rp. 22,7 triliun.
Jaksa mengatakan, Benny telah melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Ada sejumlah hal yang memberatkan Benny Tjokro yang akhirnya dituntut hukuman mati. Setelah didakwa atas kasus korupsi, Benny sama sekali tak menunjukkan rasa penyesalan padahal tindakannya sudah termasuk ke dalam extraordinary crime.
“Keadaan yang memberatkan, terdakwa di persidangan tidak menunjukkan rasa bersalah apalagi suatu penyesalan sedikit pun atas perbuatan yang telah dilakukannya,” jelas jaksa di PN Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat (26/10/2022).
Benny juga telah membuat penurunan tingkat kepercayaan masyarakat pada investasi di bidang asuransi dan pasar modal. Pasalnya, Benny juga melakukan modus penipuan bisnis investasi melalui bursa pasar modal dan menyalahgunakan bisnis yang sah.
Selain korupsi dan penipuan, hal yang memberatkan Benny hingga dituntut mati oleh JPU adalah Benny tak pernah dihukum pidana seumur hidup dalam kasus tindak pidana korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya Persero hingga mengakibatkan kerugian sebanyak Rp16,87 triliun.
“Keadaan yang meringankan meskipun di persidangan terungkap hal-hal yang meringankan dalam diri terdakwa namun hal-hal terebut tidak sebanding dengan kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan terdakwa, karena itu hal-hal meringankan itu patut dikesampingkan,” tambah jaksa.
“Menuntut mohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dapat memutuskan menyatakan Terdakwa Benny Tjokrosaputro telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan pemberatan secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang,” tukas jaksa terkait masalah Benny Tjokro yang sudah sangat fatal.
Dalam persidangan kasus ini, Benny Tjokro tak hanya dituntut hukuman mati. Ia juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp5,733 triliun karena telah melakukan korupsi, pencucian uang dan merugikan negara.
Baca Juga: Dua Polisi yang Ditangkap di Nias Positif Narkoba
Banyaknya korban yang terkena penipuan karena kasus Benny ini. Dan untuk uang denda yang dituntut kejaksaan paling lama Benny harus membayarnya satu bulan setelah putusan inkrah. Apabila ia tak membayar denda tersebut, semua aset yang ia miliki akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Dibatalkan Usai Viral, Misteri Mobil Mewah dan Dalih Marwah Gubernur Kaltim Rudy Masud
-
Harga BBM Pertamina Tidak Jadi Naik, Apakah Shell, BP, Mobil, Vivo Ada Kenaikan?
-
Bikin Harga Motor Mahal, Fitur Keyless Punya Bahaya yang Wajib Anda Tahu
-
7 Motor Listrik Jarak Tempuh Terjauh Harga Rp11 Jutaan, Sekali Ngecas Bisa Ngebut sampai 150 Km
-
Konten Clara Shinta 'Kok Bisa Selingkuh' Kembali Viral, Kini Disebut Kena Ain
-
Sudah Diborgol, Kepala Pria Ini Tetap Diinjak Polisi, Video di Lubuklinggau Viral Picu Empati
-
Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi
-
Pertalite vs Pertamax: Mana yang Lebih Irit Buat Macet-macetan di Dalam Kota?
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir