Deli.suara.com - Rishi Sunak, Pria berusia 42 tahun keturunan India itu menjadi Perdana Menteri Inggris ke-57, menggantikan Liz Truss yang menyatakan mundur dari jabatannya di hari ke-45.
Dan menjadi sejarah, bahwa Rishi Sunak adalah PM pertama di Inggris yang memeluk agama Hindu. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 5 fakta Rishi Sunak.
1. Lebih kaya dari King Charles III
Rishi Sunak dikenal sebagai seorang politisi terkaya di Westminster. Mengutip dari The Guardian, kekayaan gabungan Sunak dan Murty diperkirakan mencapai 730 juta poundsterling, dua kali lipat dari kekayaan Raja Charles III dan Camilla, Permaisuri Ratu yang diperkirakan memiliki 300-350 juta poundsterling.
Sunak dan Murty diketahui memiliki empat properti yang tersebar di seluruh dunia dan bernilai lebih dari 15 juta poundsterling.
2. Anak Dokter
Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Orangtuanya berasal dari India yang pindah ke Inggris dari Afrika timur. Ayahnya berprofesi sebagai seorang dokter umum dan ibunya menjalankan apoteknya sendiri.
3. Mengenyam pendidikan di sekolah elit
Saat muda, Sunak dididik di Winchester College, sekolah asrama swasta yang sangat mahal dan disegani.
Baca Juga: Merasa Tak Pantas Jadi Model karena Tinggi Badan, Penampilan Fuji di JFW Justru Memukau
Sunak melanjutkan studi politik, filsafat dan ekonomi di Universitas Oxford. Dia dianugerahi gelar kelas satu. Dia kemudian memperoleh gelar master administrasi bisnis (MBA) di Universitas Stanford.
4. Menikah dengan putri "Bill Gates of India"
Dia bertemu istrinya Akshata Murah saat kuliah dian Standford. Murty adalah putri miliarder India NR Narayana Murthy, sering digambarkan sebagai Bill Gates of India, yang mendirikan perusahaan perangkat lunak Infosys.
5. Karir politik yang moncer
Sunak telah beralih dari anggota parlemen menjadi perdana menteri hanya dalam tujuh tahun, llebih cepat dari PM lainnya di era modern. Meski sebelumnya Pitt the Younger memegang rekor keseluruhan hanya dengan dua tahun.
Mengutip dari CNN, dia pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2015 dan menghabiskan dua tahun di bangku belakang sebelum menjadi menteri junior di pemerintahan Theresa May.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau
-
Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!
-
Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri
-
Ini Cara Mengecas Sepeda Listrik yang Benar, Cek 5 Rekomendasi Selis Fast Charging Tercepat!
-
Jisoo BLACPINK Disalahkan, 'Kakak Ipar' Ngaku Tak Tahu Kalau Nikah dengan Keluarga Artis
-
Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat
-
Apakah Sepeda Listrik Perlu Membayar Pajak Tahunan? Ini Penjelasannya
-
Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis
-
Apa Isi Piagam ASEAN? Disinggung China Terkait Izin Terbang Militer AS di Wilayah Indonesia
-
Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF