Nama Mahfud MD menjadi satu-satunya kader Nahdlatul Ulama (NU) yang masuk dalam daftar bakal calon wakil presiden (bacawapres) hasil rekomendasi Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) Relawan Jokowi.
Dalam 10 simulasi pasangan capres-cawapres, hanya ada nama Mahfud MD yang bakal bersaing pada posisi bacawapres. Padahal sebelumnya, santer beredar ada tiga nama Kader NU yang santer dikabarkan mengincar kursi bakal cawapres, yakni Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa dan Menko Polhukam Mahfud MD.
Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengemukakan telah mempersilahkan kader-kader muda NU untuk maju menjadi bakal bacawapres dalam suksesi kepemimpinan nasional tahun depan.
"Saya kan sudah tua, saya sudah bilang umur saya sudah masuk 81, kan masih banyak yang muda-muda lah," katanya seperti dikutip Warta Ekonomi-jaringan Suara.com pada Selasa (24/5/2023).
Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan tampuk kepemimpinan nasional yang diembannya saat ini kepada generasi yang lebih muda untuk ke depannya.
"Yang muda-muda saja lah," lanjut Mantan Rais A'am NU ini.
Menurutnya sudah ada beberapa kader NU yang datang sowan kepadanya, seperti Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, dan Khofifah Indar Parawansa.
"Semua sudah silaturahmi dengan saya," ucapnya.
Lantaran itu, ia menyatakan masyarakat tinggal memilih kader dari kalangan NU yang lebih mumpuni dalam melanjutkan kepemimpinan nasional ke depannya.
Baca Juga: Tiga Kader NU Sudah Sowan ke Ma'ruf Amin Minta Restu Maju Cawapres, Siapa Saja?
"Jadi ya semua tentu silakan dipilih gitu kan," katanya.
Sementara itu, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan, bahwa hal tersebut bukan urusan PBNU, melainkan urusan partai politik (parpol).
"Silahkan, itu kan bukan urusan kami. Itu urusannya partai-partai silahkan," kata Gus Yahya di kantor PBNU, Kamis (25/5/2023).
Ia juga tidak mempersoalkan, apabila ada kader NU yang ingin maju dalam konstestasi politik. Justru, Gus Yahya menegaskan, PBNU menanti tawaran nyata dari para kader yang ingin maju itu.
"Mau pilih siapa aja silahkan, dan kami mau lihat apa tawaran-tawaran konkretnya," katanya.
Meski begitu, Gus Yahya menambahkan, hingga saat ini belum ada partai politik yang sowan ke PBNU.
Adapun 10 simulasi pasangan capres-cawapres yang mencantumkan hasil Musra, yakni:
1. Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo
2. Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto
3. Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto
4. Ganjar Pranowo- Airlangga Hartarto
5. Airlangga Hartarto-Sandiaga Uno
6. Airlangga Hartarto-Mahfud MD
7. Prabowo Subianto-Mahfud MD
8. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
9. Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno
10. Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana