Seorang pejabat pemerintah di India tengah telah dicopot dari jabatannya, setelah ia memerintahkan sebuah waduk untuk dikuras guna mengambil smartphone yang jatuh saat dia selfie.
Rajesh Vishwas, seorang inspektur pangan, menjatuhkan HP miliknya di Bendungan Kherkatta di distrik Kanker, negara bagian Chhattisgarh pekan lalu, seperti dilansir oleh The Times of India.
Vishwas awalnya meminta para penyelam setempat untuk melompat ke dalam waduk untuk mencari perangkat tersebut, dengan dalih bahwa smartphone itu berisi data pemerintah yang sensitif.
Namun, setelah upaya awal untuk mendapatkan kembali ponselnya gagal, ia meminta waduk tersebut untuk dikosongkan dengan menggunakan pompa diesel.
Selama tiga hari berikutnya, lebih dari 2 juta liter air dipompa keluar dari waduk, yang cukup untuk mengairi setidaknya 1.500 hektare tanah selama musim panas yang panas di India, demikian dilaporkan media setempat.
Dalam video yang viral di media sosial, Vishwas terlihat duduk di bawah payung merah saat pompa diesel beroperasi untuk menguras air dari waduk.
Vishwas mengatakan kepada media lokal bahwa air di waduk tersebut tidak dapat digunakan untuk irigasi.
Tak hanya itu, Vishwas juga mengklaim telah mendapatkan izin dari seorang pejabat senior untuk mengurasnya.
"Pejabat departemen irigasi memberi tahu saya bahwa air tidak digunakan oleh petani dan saya bisa mengosongkannya sekitar 1 meter, jadi saya menguras air ke kanal dan membuatnya dapat digunakan," katanya seperti dikutip oleh The Times of India, Senin (29/5/2023).
Ponsel akhirnya berhasil ditemukan tetapi tidak dapat dinyalakan karena sudah terendam air.
Otoritas kemudian mencopot Vishwas setelah dia dikritik luas karena membuang-buang sumber air.
India adalah salah satu negara dengan stres air terbesar dan suhu ekstrem menyebabkan kekurangan air yang parah, menyebabkan kerugian panen, kebakaran hutan dan pemadaman listrik.
"Dia memompa air tanpa mencari izin formal. Ini tidak dapat diterima," kata pejabat distrik teratas Priyanka Shukla kepada media lokal.
Otoritas juga telah meluncurkan penyelidikan terhadap pejabat yang mengizinkan perintah Vishwas dilaksanakan.
Berita Terkait
-
Fakta di Balik Ancaman Kapolda Bali akan Jerat Warga yang Viralkan WNA Nakal
-
Video Viral Bayangan Misterius di Rumah Sakit, Terekam CCTV
-
Perkenalkan... Sonya, Pedagang Ketupat Rendang Ini Bikin Heboh Publik
-
Videonya Viral, TikToker Milenial Tamara Syarief Akhirnya Bertemu Ganjar
-
Viral, Video Pria Misterius Berani Duduk di Patung Kuda Jingkrak Karawang
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Plot Twist! Neymar Sudah Latihan Tapi Ditinggal Timnas Brasil Jelang Lawan Haiti
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG