/
Rabu, 21 Juni 2023 | 09:28 WIB
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. ([ANTARA])

Aktivis Kongres Rakyat Nasional Sutrisno Pangaribuan menyebut banyak pihak memanfaatkan anak-anak Jokowi untuk mencari muka.

Sutrisno menyebut, keberhasilan Jokowi mewariskan kekuasaan kepada anak-anaknya lewat daerah membuat Presiden RI itu terlihat jadi yang paling kuat.

"Meski sering disebut sebagai presiden plonga-plongo, ndeso, kini Jokowi berhasil menunjukkan dirinya sebagai Presiden RI paling perkasa. Semua presiden pendahulunya tidak berhasil mewariskan tongkat estafer kepada anak-anaknya," kata Sutisno dalam keterangan persnya, Selasa (20/6/2023).

Jokowi dinilai berhasil menjinakkan banyak partai meski ia bukanlah ketua umum parpol.

"Sedangkan Jokowi, meski bukan ketum parpol namun berhasil membuat semua parpol jinak. Semua parpol berusaha terus dekat dengan Jokowi dan anak-anaknya," jelas Sutrisno.

Buktinya, Sutrisno melanjutkan, banyak elite politik yang rela mengantre dan datang ke daerah untuk bertemu anak-anak Jokowi.

"Sehingga semua pimpinan parpol selalu doyan datang ke Solo dan Medan untuk cari muka. Barang kali hanya anak-anak Jokowi yang mendapat dukungan gratis dari parpol saat maju di Pilkada. Bahkan semua parpol pendukung anak-anak Jokowi kampanye dengan dana masing-masing dengan suka rela," tanfas Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, Jokowi mempersiapkan anaknya untuk menjadi pemimpin dari bawah dengan menjadi Wali Kota, bukan langsung duduk di Jakarta.

"Anak-anak Jokowi tidak tokoh nasional, tetapi semua tokoh nasional datang 'sowan' ke anak-anaknya. Tidak tokoh nasional tetapi jadi bahan berita nasional dan selalu tampil di layar kaca berita nasional," imbuh Sutrisno.

Baca Juga: BPK: 87,9 Juta Meter Tanah Jalan Tol Tak Bersertifikat, Anggaran Rp11,20 triliun Bermasalah

"Jika akhirnya "Sang Menang", sesuai tagline PSI untuk Kaesang akhirnya maju dan menang di Pilkada Depok 2024, maka Jokowi memiliki tiga orang anak yang siap menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional berikutnya. Ketiganya akan siap menjadi calon gubernur hingga calon presiden berikutnya. Saat para elit dan pimpinan Parpol yang polos akan datang dengan stempel hanya menjadi "tim sukses" pengusung dan pendukung. Saat para aktivis yang lugu hanya akan bermimpi untuk jadi komisaris," tegasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More